nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mau IPO, PD Sarana Jaya Bakal Berubah Status Jadi Perseroan Terbatas?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 17:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 13 278 2167993 mau-ipo-pd-sarana-jaya-bakal-berubah-status-jadi-perseroan-terbatas-FIRhmcvxfA.jpeg PD Pembangunan Sarana Jaya (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - PD Sarana Jaya berencana untuk melantai di Bursa saham Indonesia aliran Initial Public Offering (IPO). Langkah ini adalah untuk menjadikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi perusahaan yang baik secara kinerja dan pengelolaannya.

Direktur Pengembangan PD Sarana Jaya Indra Sukmono mengatakan, rencana untuk IPO sudah masuk ke dalam rencana dari perusahaan. Hanya saja dirinya belum bisa menyebutkan kapan target IPO bisa dijalankan.

"Kalau dalam rencana kerja kami memang ada (untuk IPO) makanya sekarang kita sedang melakukan perubahan pada badan hukum tersebut," ujarnya dalam sebuah diskusi di Novotel Cikini, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

 Baca Juga: Anak Usaha Jasa Marga Berencana IPO, untuk Apa?

Menurut Indra, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan diri untuk mengubah status dari PD menjadi Perseroan Terbatas (PT). Saat ini kajian demi kajian terus dilakukan bersama dengan konsultan apakah lebih baik menjadi PT ataupun tetap PD.

"Persiapannya kami sekarang sedang mempersiapkan kajian terkait rencana perubahan badan hukum kami dari PD menjadi PT. Harapannya kami bisa segera selesai sehingga bisa apakah Perumda atau langsung berubah PT," ucapnya.

Baca Juga: Bergerak di Bidang Logistik, Putra Rajawali Kencana Listing di Bursa Hari Ini

Nantinya lanjut Indra, setelah hasil kajian selesai maka dirinya akan melaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta termasuk menjelaskan rencana untuk IPO. Jika Gubernur menyetujui, maka proses selanjutnya adalah dengan melakukan persiapan selanjutnya untuk IPO.

"Masih menunggu jadi urutannya dari Perumda setelah kajiannya selesai perubahan bentuk dari PD lalu meminta persetujuan dari pemerintah provinsi DKI Jakarta setelah itu jala. Sama bentuk PT baru kita bergerak untuk IPO jadi waktunya agak sedikit panjang," jelasnya.

Sebagai informasi, untuk menuju IPO, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pertama adalah harus memiliki struktur yang jelas serta orang-orang yang handal dan berkompenten. Oleh karenannya, untuk memenuhi syarat ini, setidaknya perusahaan memiliki konsultan hukum, emisi efek, akuntan public, notaris, ataupun penilai independen.

Selain itu, perusahaan harus memiliki laba selama dua tahun terakhir. Sebenarnya perusahaan yang belum memiliki untung juga bisa saja masuk dalam Bursa Efek. Hanya saja, nama perusahaan akan tercatat dalam papan pengembangan, bukan papan utama.

Kemudian perusahaan juga harus memiliki aset yang nyata yang bernilai minimal 100 miliar rupiah. Nah, untuk perusahaan yang nantinya akan tercantum dalam papan pengembangan, memiliki aset nyata minimal senilai 5 miliar rupiah.

Persiapan selanjutnya yaitu melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Dokumen yang lengkap tentunya akan mendorong kepercayaan dari calon-calon investor yang akan menanamkan saham di perusahaan Anda. Dokumen-dokumen yang dibutuhkan ini sangatlah banyak dan dibagi menjadi empat kategori.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini