Harga Minyak Naik Ditopang Harapan Pemangkasan Produksi OPEC

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 08:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 14 320 2168249 harga-minyak-naik-ditopang-harapan-pemangkasan-produksi-opec-3BVjZbBe3O.jpg Harga Minyak (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak naik tipis pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat karena investor berharap produsen minyak terbesar dunia akan memangkas produksi minyak lebih banyak lagi dan mengabaikan perkiraan permintaan importir China yang merosot imbas virus korona.

Melansir Reuters, Jakarta, Jumat (14/2/2020), harga minyak mentah brent naik 55 sen atau 1%, ke level USD56,34 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 25 sen atau 0,5%, menjadi USD51,42 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 3% Imbas Meredanya Virus Korona

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan sekutunya atau dikenal OPEC + akan menurunkan proyeksi permintaan minyak mentah sebesar 200.000 barel per hari.

"Rusia telah cukup banyak mengisyaratkan bahwa OPEC + memberikan pengurangan produksi lebih dalam," kata analis pasar senior di OANDA di New York Edward Moya.

Baca Juga: Wall Street 'Sakit' Lagi Terserang Virus Korona

"Harga minyak mentah mungkin menunjukkan bottom perusahaan di tempat. Selama virus korona tidak menunjukkan tanda-tanda kuat bahwa penyebaran virus semakin meningkat, minyak mentah WTI dapat mencapai USD50-an,"

Permintaan minyak di China, sebagai konsumen minyak mentah terbesar kedua di dunia telah jatuh karena pembatasan perjalanan dan karantina imbas virus korona.

Provinsi Hubei yang menjadi pusat virus korona mengatakan bahwa jumlah kasus baru yang dikonfirmasi melonjak 14.840 menjadi 48.206 kasus pada 12 Februari dan bahwa kematian naik dengan catatan harian 242 menjadi 1.310 orang yang meninggal karena virus korona.

Sementara itu, pengilangan minyak China National Chemical Corp mengatakan akan menutup pabrik dan memangkas produksi 100.000 barel per hari di dua pabrik lainnya di tengah penurunan permintaan bahan bakar.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan minyak pada kuartal pertama akan turun untuk pertama kalinya dalam 10 tahun sebelum naik dari kuartal kedua. Badan ini memangkas proyeksi pertumbuhan global setahun penuh menjadi 825.000 barel per hari.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini