nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Rencana Besar Erick Thohir di Balik Aksi Holding Rumah Sakit

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 16 Februari 2020 11:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 14 320 2168322 fakta-rencana-besar-erick-thohir-di-balik-aksi-holding-rumah-sakit-Uvjp0ZOyzq.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengonsolidasikan seluruh Rumah Sakit (RS) pelat merah dalam sebuah wadah Indonesia Healthcare Center (IHC). Rencananya akan ada 64 Rumah Sakit dengan total 6.500 tempat tidur yang akan disatukan pengelolaannya.

Sebenarnya, holding BUMN Rumah Sakit sudah dibentuk pada tahun 2017 dengan nama IHC yang mana Pertamina yang menjadi induk holdingnya. Adapun anggota dari IHC Ini adalah ada sekitar 77 rumah sakit dan klinik. Namun, holding ini belum berjalan maksimal.

Baca Juga: Konsolidasi RS BUMN, Erick Thohir Incar Pendapatan Rp8 Triliun

Berikut Okezone sudah merangkum fakta-fakta konsolidasi rumah sakit BUMN, Minggu (16/2/2020) :

1. Ada 3 Tahapan

Konsolidasi rumah sakit BUMN ini nantinya akan ada tiga tahapan. Pertama adalah adalah dengan mengonsolidasikan rumah sakit yang dimiliki oleh PT Pelni (Persero) dan PT Pertamina (Persero).

Setelah itu dilanjutkan untuk mengonsolidasikan dengan rumah sakit lainnya yakni dengan holding perkebunan (PTPN) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Diharapkan pada akhir tahun 2020 proses konsolidasi semakin besar.

Baca Juga: Erick Thohir Bakal Bentuk Holding Rumah Sakit

2. Bidik Keuntungan Rp8 Triliun

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan bisa raup keuntungan sebesar Rp8 triliun setiap tahunnya. Saat ini, secara revenue RS BUMN ini masih belum maksimal baik secara bisnis maupun fokus perusahaan.

"Kalau secara revenue diawali hampir Rp5,6 triliun dengan ebitda Rp510 miliar. Tapi ini kan belum konsolidasi dan maksimal. Diharapkan ke depan bisa kurang lebih Rp8 triliun," ujarnya.

3. Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan di Indonesia

Menurut Erick, pembentukan holding rumah sakit bakal mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Maka diharapkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik di dalam negeri, sehingga tak perlu lagi pergi mencari rumah sakit di luar negeri.

"Defisit di sektor kesehatan kita cukup tinggi lho USD6 miliar. Jadi banyak sekali orang Indonesia yang cek kesehatan di luar negeri, karena industri kesehatan kita, mohon maaf, belum dipercaya. Jadi itu ini yang mest kita tingkatkan (kualitas layanan kesehatan)," katanya.

 

4. Fokus Tak Hanya Masalah Bisnis

Dengan konsolidasi rumah sakit milik negara ini diharapkan tidak hanya fokus pada masalah bisnis. Sebab dirinya juga ingin agar rumah sakit plat merah ini bisa fokus pada jalurnya masing-masing yakni dalam bidang kesehatan.

"Seperti Pertamina punya fokus bisnis rumah sakit, padahal fokus utamanya kan migas mending fokus di eksplorasi. jadi saya rasa ini konsolidasi yang baik, (rumah sakit bisa) menjadi bisnis yang juga progresif dan bisa bersaing," katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini