nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Jiwasraya, Rekening Efek Akan Dibuka Akhir Februari Jika Sudah Terverifikasi

Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 16:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 15 320 2169033 kasus-jiwasraya-ratusan-rekening-efek-akan-dibuka-akhir-februari-jika-sudah-terverifikasi-egcZNkpCOF.jpg Foto: Okezone

BOGOR - Ratusan rekening efek ikut terseret kasus korupsi dan gagal bayar di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Namun akan segera dibuka jika sudah terverifikasi tidak terkait kasus Jiwasraya.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Hoesen, saat ini sudah ada beberapa nasabah yang mengajukan surat keberatan. Merespons permintaan nasabah, pihaknya bersama Kejaksaan Agung akan melakukan klarifikasi.

“Jadi mekanismenya, kami akan panggil untuk klarifikasi. Nanti akan diputuskan, dari proses ferivikasi nanti akan ketahuan jelas atau nanti akan terlihat bukti-buktinya (tidak terkait Jiwasraya). Tapi ketika nanti dipanggil jangan tidak hadir. Bagaimana mau verifikasi kalau tidak datang?” ujar Hoesen dalam Diskusi Perkembangan Pasar Modal, di Bogor, Minggu (15/2/2020).

Seperti diketahui, sebanyak 800-an rekening efek yang berkaitan dengan kasus Jiwasraya telah diblokir. Hingga saat ini pemblokiran tersebut masih dalam proses hukum.

Namun dalam proses pemblokiran ada sejumlah pemilik rekening yang mengaku tidak terkait kasus Jiwasraya namun ikut terseret. Adapun tujuan pembekuan rekening adalah untuk menyelamatkan asset negara yang terkandug dalam rekening tersebut.

“Semingu atau sampai akhir bulan ini akan ada keputusan. Kalau sudah terverifikasi akan dibuka,” tegasnya lagi.

Sebelumnya Kejaksaan Agung (Kejagung) memblokir 35 rekening bank milik lima tersangka kasus PT Asuransi Jiwasraya. Pemblokiran dilakukan dengan tujuan mengamankan aset negara. Hal itu disampaikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

"Kami sudah minta pihak berwenang untuk memblokir 35 rekening bank milik lima tersangka di 11 bank," katanya.

Febrie mengatakan Kejagung masih menghitung jumlah total uang yang ada di 35 rekening tersebut. "Kami belum tahu jumlahnya, kami baru mengajukan pemblokiran. Setelah itu kami lanjutkan dengan penyitaan," ujarnya.

(Baca Juga: OJK Diperiksa BPK, Bagaimana Nasib Jiwasraya?)

Dia mengatakan, 35 rekening tersebut berada di 11 bank dalam negeri. Febrie memastikan Kejagung terus menelusuri rekening yang berkaitan dengan kasus Jiwasraya. Termasuk potensi adanya kerugian negara yang disimpan di rekening bank luar negeri.

"Kami masih terus menelusuri rekening-rekening yang terkait transaksi Jiwasraya bekerja sama dengan PPATK," ucapnya.

Kejagung sebelumnya telah menetapkan lima tersangka. Dua tersangka dari pihak swasta Komisaris PT Hanson Internasional, Tbk Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM) Heru Hidayat. Kemudian, tiga tersangka lain dari PT Asuransi Jiwasraya yakni mantan Direktur Keuangan Harry Prasetyo, mantan Direktur Utama (Dirut) Hendrisman Rahim, dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Sebelumnya, Kejagung juga menyita 1.400 sertifikat tanah milik lima tersangka Jiwasraya. Sertifikat tanah disita agar tidak diperjualbelikan.

(rhs)

1
1
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini