nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Ingin Substitusi Impor dengan Mulai Pembibitan

Vania Halim, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 16:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 21 320 2172137 presiden-jokowi-ingin-substitusi-impor-dengan-mulai-pembibitan-x7juFXa1s8.jpg Presiden Jokowi Meninjau Pembibitan Milik PT Riau Andalan Pulp and Paper. (Foto: Okezone.com/Setkab)

JAKARTA - Indonesia dinilai tidak perlu lagi mengimpor rayon dan viscose karena ternyata bisa diproduksi sendiri. Dengan hal seperti itu, Indonesia pun mampu mengurangi ketergantungan impor dan mengurangi deficit nerca perdagangan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun melihat langsung pembibitan yang memiliki kapasitas hingga 300 juta bibit di PT Riau Andalan Pulp & Paper, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Baca Juga: Makanan Beku Hasil Impor Ilegal Dimusnahkan, Nilainya Rp1 Miliar

”Saya kira kekuatan-kekuatan seperti ini yang harus apa mulai diangkat karena ini juga bisa mengurangi ini substitusi impor, artinya bisa mengurangi defisit neraca perdagangan kita sehingga kita harapkan neraca transaksi berjalan kita juga semakin baik,” ujar Presiden Jokowi, dikutip dari Setkab, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya, bila Indonesia punya produksi sendiri maka tidak perlu lagi sedikit-dikit impor. Sebab semua dari hulu sampai hilir dikerjakan di dalam negeri.

Baca Juga: Alasan Mendag Belum Loloskan Sisa Izin Impor Bawang Putih

”Ini yang pertama, yang pertama ini sebuah industri yang sangat modern ya, dimulai dari nursery (pembibitan) di sini,” tambah Presiden ke-7 RI.

Ini yang banyak, menurut Presiden, belum dilihat bahwa Indonesia memiliki sebuah potensi besar dalam industri rayon ke depan. ”Jadi tidak usah lah kita impor rayon, impor viscose tapi kita sendiri sudah bisa memproduksinya. Saya kira ini sebuah apa, kelihatan sebuah manajemen yang sangat bagus sekali,” tandasnya.

Kepala Negara menegaskan, dengan pembibitan ini maka mbahan baku tidak perlu impor lagi karena kekuatan industri serat rayon viscose yang mencapai 240 ribu ton dan akan ekspansi hingga 600 ribu ton.

”Kita harapkan nanti sebagian untuk industri dalam negeri, masuk ke industri tekstil, masuk lagi, didorong lagi ke arah industri garmen. Saya kira kekuatan ini yang akan menjadikan kita memiliki sebuah competitiveness yang kuat,” tutur Presiden.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini