nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Mendag Belum Loloskan Sisa Izin Impor Bawang Putih

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 13:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 19 320 2170820 alasan-mendag-belum-loloskan-sisa-izin-impor-bawang-putih-wCP5qxwKmA.jpg Bawang Putih (Reuters)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan hingga saat ini baru menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) bawang putih sebanyak 62.000 ton. Padahal sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan rekomendasi impor produk Holtikultura (RIPH) untuk 103.000 ton bawang putih.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pemerintah memang tidak langsung menerbitkan SPI bawang putih seluruh. Pasalnya, pihaknya harus terlebih dahulu memeriksa secara hati-hati berkas SPI yang sudah diajukan oleh importir.

 Baca juga: Mendag Sebut Impor Bawang Putih Asal China Tetap Jalan Meski Ada Virus Korona

"Jadi baru sebagian dari yang 100 ribu karena beberapa kan kita segera. RIPH kan baru salah satu syarat diterbitkannya impor. Jadi tidak serta-merta," ujarnya di kantor pusat Bulog, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Apalagi menurut Agus, ada beberapa perusahaan baru yang ikut dalam proses impor bawang putih ini. Hal ini berbeda jika importir tersebut merupakan perusahaan lama yang selalu ikut dalam proses impor bawang putih ini dengan rekam jejak untuk melakukan impor.

 Baca juga: Daftar Barang Impor dari China yang Banjiri Indonesia

"Kita cek lagi terutama kalau perusahaan baru kita harus cek. Jadi kalau yang sudah pernah itu kan ada referensi, kita lihat juga performa-nya. Jadi kemarin sebagian kita terbitkan tapi tetap kita akan cek dulu sampai lengkap terutama perusahaan yang baru," jelasnya.

Salah satu yang akan dilakukan pengecekan adalah bagaimana rekam jejak dan kondisi keuangan dari perusahaan tersebut. Sebab, pemerintah tidak ingin perusahaan yang menjadi importir ini memiliki rekam jejak dan kemampuan keuangan yang buruk dan bisa bermasalah di kemudian hari.

 Baca juga: BPS Warning Turunnya Impor Indonesia, Kenapa?

"Kita harus cek dulu kita harus hati-hati. Karena perusahaan baru kan ada perform-nya. Kan itu mau transaksi kita harus tahu. Kemampuan-kemampuan perusahaan itu dan nanti akan kita cek secara keseluruhan," kata Agus.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini