Fakta Terkini Ibu Kota Baru, Mencari Investor hingga Jokowi Temui Trump

Vania Halim, Jurnalis · Sabtu 29 Februari 2020 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 28 470 2175547 fakta-terkini-ibu-kota-baru-mencari-investor-hingga-jokowi-temui-trump-bT5EjDMOMt.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Rencana besar memindahkan ibu kota memasuki babak baru. Draf Rancangan Undang-Undangan (RUU) Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) sudah rampung dan akan diserahkan Dewan Perwakilan Rakyat.

Sejalan dengan itu, Presiden Jokowi akan menetapkan pimpinan Badan Otorita Ibu Kota Baru yang bertanggung jawab penuh atas pemindahan ibu kota. Ibu Kota akan pindah dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim).

Berikut Okezone telah mengumpulkan fakta terkini ibu kota baru, Sabtu (29/2/2020) :

1. Sri Mulyani Bujuk Menkeu Arab Saudi Investasi ke Ibu Kota Baru

Hal ini dinilai Sri Mulyani perlu adanya upaya pemaksimalan dengan tujuan untuk kembali meningkatkan investasi Arab Saudi ke Indonesia. "Kondisi dapat dioptimalkan untuk meningkatkan investasi Arab Saudi di Indonesia," tambah Sri Mulyani.

Sri Mulyani kemudian memberi rekomendasi untuk investasi Arab Saudi dapat disalurkan melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) yang sedang dibentuk Indonesia. Pembentukan SWF ini bertujuan untuk memberi pembiayaan ibu kota baru dan Aceh.

"Investasi Arab Saudi dapat juga disalurkan melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) yang saat ini sedang dibentuk oleh Indonesia untuk penyediaan pembiayaan bagi pembangunan ibu kota baru dan Aceh," ujar Sri Mulyani.

2. Menteri Lingkungan Hidup Korea Selatan Berminat pada Ibu Kota Baru

Menteri PPN-Kepala Bappenas Suharso Monarfa mengatakan, Korea Selatan berminat membantu untuk Ibu Kota baru. Hal ini pun disambut positif oleh Presiden Jokowi.

Namun, lanjutnya, pihak Korsel belum menyampaikan spesifik ketertarikan ke Ibu Kota Baru Indonesia. Walaupun begitu, Korsel mempunyai pengalaman di Green City dan Sustainable City.

"Pak menteri sendiri itu juga punya pengalaman, latar belakang di bidang urban development," ujar Suharso.

3. Akan Ada Rumah Sakit dan Universitas Berskala Internasional

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi optimis pemindahan ibu kota negara ke dari Jakarta menuju Kalimantan akan menjadi gerbang masa depan Indonesia.

"Berkali-kali pak Presiden Jokowi menyampaikan, tentang contoh kota masa depan. Seperti bagaimana transportasi dibuat sebagai contoh untuk kota lain," ujar Budi pada dalam acara dialog merajut konektivitas ibu kota negara di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Kemudian, lanjut dia ada rumah sakit yang dibuat internasional agar menjadi contoh dan menghemat devisa. Tidak hanya itu, akan ada juga universitas skala internasional yang menggabungkan sistem pendidikan luar negeri.

"Supaya anak-anak kita tidak usah ke luar negeri," ungkap dia.

4. Presiden Bakal Bertemu Donald Trump Bahas Ibu Kota Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melakukan pertemuan dalam waktu dekat. Salah satu hal yang dibahas mengenai investasi di ibu kota baru yang berlokasi di Kalimantan Timur.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, ketertarikan AS terhadap proyek pemindahan ibu kota baru sudah disampikan oleh Jared Kushner dan Ivanka Trump sebagai penasehat Trump kepada dirinya saat berkunjung ke Washington DC beberapa waktu lalu.

"Mereka tertarik sekali dengan ibu kota baru dan ini akan jadi topik pembicaraan Jokowi dengan Trump," ungkap Luhut dalam diskusi dengan wartawan di kantornya, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Menurutnya, pertemuan itu memang menjadi inisiatif dari AS kepada Indonesia. Ketertarikan Trump juga tidak terlepas dari konsep pembangunan ibu kota negara dengan konsep ramah lingkungan. Bahkan, Jared bilang konsep tersebut sangat visioner.

 

5. Pemindahan Ibu Kota Menjadi Sorotan Dunia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melanjutkan pembahasan mengenai pemindahan Ibu Kota Negara. Pasalnya, pemindahan ibu kota ini menjadi sorotan dunia.

"Saya ingin menyampaikan bahwa konsep pembangunan ibu kota baru sebagai sebuah smart metropolis sudah mulai dilirik dan diperhatikan oleh dunia," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Bahkan, lanjutnya, negara-negara sahabat sudah mulai menyampaikan ketertarikannya untuk bekerja sama. Selain itu, juga ingin terlibat dalam pembangunan ibukota baru.

6. Pemerintah Buka Peluang Investasi untuk Semua Investor

Pemerintah membuka peluang investasi untuk Ibu Kota baru kepada semua investor sesuai dengan bentuk klaster yang akan ditawarkan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa

Lebih lanjut, Menteri PPN menyampaikan bahwa harapannya bangsa-bangsa di dunia dapat menunjukkan kebolehannya untuk bersaing dengan negara lain misalnya sektor transportasi publik.

“Mungkin ada yang menyediakan air bersih, ada yang menyediakan listrik yang hemat, murah dan ramah lingkungan dan seterusnya. Jadi kita akan buka seluas-luasnya, seperti itu,” ujar Kepala Bappenas seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

7. Draf RUU Pemindahan Ibu Kota Siap Diserahkan ke DPR

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mempercepat persiapan pemindahan ibu kota negara. Hal ini lantaran banyaknya negara-negara lain yang tertarik akan pemindahan tersebut.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi meminta agar segera selesaikan semua payung hukum yang dibutuhkan dalam pemindahan ibu kota. Apalagi, Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemindahan Ibu Kota sudah rampung dan akan dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Saya sudah mendengar dari Menteri Bappenas bahwa undang-undangnya sudah selesai dan mungkin akan disampaikan ke DPR minggu ini, akan disampaikan," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

8. Masterplan Ditargetkan Semester Pertama Tahun 2020

Untuk masterplan, Menteri PPN menyampaikan target dijadwalkan selesai pada semester pertama tahun 2020. “Kemudian dari Rp466 triliun itu kira-kira sekitar Rp90 triliunan dari APBN, sisanya Rp120-an triliun itu swasta murni, kemudian sisanya adalah KPBU. Dan ini angka ini kan bisa berubah, kita tidak mem-package seperti itu, siapa tahu ada yang bagian KPBU itu ingin diambil oleh swasta murni, silakan,” ujarnya.

Kepala Bappenas menegaskan memang ada pekerjaan-pekerjaan atau istilahnya gubahan massa bangunan-bangunan yang sedemikian rupa didedikasikan untuk kepentingan publik misalnya dan tentu berbeda kalau itu tidak bisa men-generate cashflow.

Kalau tidak menghasilkan sesuatu, menurut Menteri PPN, tentu tidak menarik buat para investor sehingga harus ada men-generate atau menghasilkan sesuatu dan nilai internal rate of return (IRR)-nya masuk akal, selain juga harus melihat kemampuan daya beli para penduduk yang akan tinggal di ibu kota itu.

9. Ada 3 Poin yang Perlu Diperhatikan

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas (Ratas) pembahasan lanjutan rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Usai rapat, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharno Monoarfa mengatakan, untuk persiapan pembangunan ibu kota baru ada tiga hal yang dilaporkan.

Pertama, perkembangan dari pekerjaan pra masterplan dan kesiapan masterplan. Kedua, terkait pembiayaan. Di mana dalam pembangunan ibu kota baru akan dicarikan alternatif pembiayaan selain APBN. Ketiga terkait dengan peraturan perundang-undangan soal ibu kota negara

"Tiga hal itu yang saya sampaikan di sini. Sama mengenai pra masterplan atau masterplan yang kita harapkan selesai pada pertengahan tahun ini untuk memastikan titik nol ibu kota," tuturnya, di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

10. Presiden Minta Detail Kerja Sama Diselesaikan

Konsep pembangunan ibu kota baru sebagai sebuah smart metropolis sudah mulai dilirik dan diperhatikan oleh dunia, bahkan negara-negara sahabat mulai menyampaikan ketertarikan untuk bekerja sama serta terlibat dalam pembangunan. Hal tersebut diungkapkan Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas (ratas) mengenai Lanjutan Pembahasan Perpindahan Ibu Kota Negara, di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta.

“Di antara negara-negara tersebut, terakhir kemarin saya menerima tamu dari Korea Selatan yang juga sudah memiliki pengalaman dalam membangun ibu kota baru yang smart dan green,” ujar Presiden dilansir dari laman Setkab, Rabu (26/2/2020).

Ketertarikan ini, menurut Presiden, merupakan sebuah sinyal yang bagus sehingga perlu disiapkan detail-detail proses kerja sama antara Indonesia dengan negara lain dan minta dilakukan langkah-langkah percepatan.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini