Bertemu Tony Blair dan Bos Softbank, Presiden Jokowi Bahas Pemindahan Ibu Kota Negara

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 28 470 2175770 bertemu-tony-blair-dan-bos-softbank-presiden-jokowi-bahas-pemindahan-ibu-kota-negera-xJ8kFHycgm.jpg Presiden Joko Widodo bertemu Tony Blair serta Mayayoshi Son (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan delegasi Institute for Global Change Tony Blair serta CEO Softbank Masayoshi Son. Kedatangan kedua tokoh tersebut untuk membahas pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

Jokowi menyampaikan terima kasih atas kesediaan Tony Blair dan Masayoshi Son sebagai penasihat Pemindahan Ibu Kota Negara. “Saya senang menerima kunjungan anda berdua untuk membahas lebih lanjut rencana pengembangan Ibu Kota Negara baru Republik Indonesia,” ujar Presiden Jokowi mengutip Setkab, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

 Baca juga: Jokowi Ingin Pindah Ibu Kota Bukan Cuma Pindah Gedung

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi yakin bahwa kerja sama yang kuat ini akan menjadikan pembentukan ibu kota modern yang ramah lingkungan. Usai menyampaikan pengantar, Presiden mengajak Tony Blair dan Masayoshi Son untuk berdiskusi lebih lanjut di Veranda, Istana Merdeka.

Sementara itu, Tony Blair menyampaikan kegembiraan dapat hadir pada momen kali ini. ”Saya pikir itu adalah Visi luar biasa yang dimiliki Bapak untuk negara ini saat memutuskan memindahkan ibu kota negara,” ujar Tony.

 Baca juga: Undang-Undang Ibu Kota Negara Tak Masuk Omnibus Law, Ini Bocoran Bappenas

Hal ini, menurut Tony Blair, merupakan suatu kegembiraan menjadi bagian dari pemindahan ibu kota negara Indonesia. “Di dunia luar juga akan merasa bersyukur atas semua inspirasi yang telah diberikan ini,” pungkas Tony.

Turut mendampingi Presiden dalam agenda kali ini Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini