Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Sri Mulyani Hadir di Acara G20, Gelar Pertemuan Bilateral hingga Berswafoto

Irene , Jurnalis-Sabtu, 29 Februari 2020 |10:09 WIB
Fakta Sri Mulyani Hadir di Acara G20, Gelar Pertemuan Bilateral hingga Berswafoto
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Dok. Bank Indonesia)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi salah satu panelis dalam acara G20 yang terselenggara di Riyadh, Saudi Arabia. Dalam agendanya kali ini, Sri melakukan beberapa kegiatan mulai dari pertemuan bilateral hingga aktivitas berswafoto dengan pejabat keuangan dunia.

Sri Mulyani melakukan beberapa pertemuan bilateral di sela-sela pelaksanaan G20 di Arab Saudi. Pertemuan dilakukannya dengan Menteri Keuangan Arab Saudi dan Menteri Keuangan Australia. Beberapa topik pembahasan pun diangkat dalam pertemuan tersebut.

Pada Sabtu (28/2/2020), Okezone merangkum fakta terkait Sri Mulyani di acara internasional G20.

Baca Juga: Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20 Kumpul Bahas Virus Korona

1. Bujuk Arab Saudi Tambah Investasinya

Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Arab Saudi H. E. Mohammed Al-Jadaan, Sri Mulyani membahas isu investasi. Sri menyebut investasi dari Arab Saudi cenderung meningkat di tengah penurunannya angka investasi dari Amerika dan China. Sementara Sri menyebut investasi dari Jepang relatif stagnan.

"Terkait investasi, salah satu hasil survei menunjukkan bahwa dalam beberapa periode terakhir, investasi dari Amerika, China mengalami penurunan sementara dari Jepang relatif stabil. Pada sisi lain, investasi dari Arab Saudi meningkat cukup signifikan," tulis Sri Mulyani dalam unggahan Instagram resminya

Baca Juga: Di G20, Sri Mulyani Ajak Selfie Menkeu Inggris hingga Arab Saudi

Hal tersebut dinilai Sri perlunya ada pengoptimalan investasi. "Kondisi dapat dioptimalkan untuk meningkatkan investasi Arab Saudi di Indonesia," pungkas Sri.

Sri Mulyani kemudian memberi rekomendasi untuk investasi Arab Saudi dapat disalurkan melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) yang sedang dibentuk Indonesia. Pembentukan SWF oleh Indonesia bertujuan untuk memberi pembiayaan ibu kota baru dan Aceh.

"Investasi Arab Saudi dapat juga disalurkan melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) yang saat ini sedang dibentuk oleh Indonesia untuk penyediaan pembiayaan bagi pembangunan ibu kota baru dan Aceh," ujar Sri Mulyani.

SWF seperti dijelaskan Sri Mulyani akan dibentuk sebagai badan penyatuan dana investasi untuk pengelolaan investasi langsung yang bertujuan memberi dampak yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia melalui investasi domestik.

2. Singgung Masalah Umrah Dengan Menkeu Arab Saudi

Tidak hanya investasi yang menjadi pembahasan dalam pertemuannya dengan Menkeu Arab Saudi, Sri Mulyani juga menyinggung terkait sektor pariwisata. Sri menyebut sektor pariwisata memungkinkan untuk diperkuat.

"Sementara itu dalam upaya penguatan kerja sama bilateral Indonesia-Arab Saudi sektor pariwisata merupakan sektor potensial yang dapat diperkuat bagi kedua negara," ujar Sri Mulyani dalam keterangan postingannya.

Hal tersebut, lanjut Sri, mengingat angka turis asal Indonesia yang beribadah umrah merupakan yang terbesar di Arab Saudi. "Saat ini, turis dari Indonesia, dalam skema ibadah umrah, merupakan yang terbesar di Arab Saudi," tambahnya.

Penguatan hubungan bilateral dalam sektor pariwisata khususnya menyangkut perjalanan umrah asal Indonesia. Ini dinilai Sri perlu dilakukan karena saat ini kuota haji terbatas dan masa tunggu yang lama.

"Hal ini mengingat kuota haji yang terbatas dan masa tunggu haji yang lama," ungkap Sri Mulyani.

3. Bahas Pajak dengan Menkeu Arab Saudi

Sri Mulyani juga memberi pandangannya kepada H. E Mohammed Al-Jadaan mengenai pentingnya pembahasan isu perpajakan internasional. Menurut Sri kehadiran era digital memberi tantangan baru di sektor pajak internasional.

"Era digital memberikan tantangan baru di sektor perpajakan internasional di mana perusahaan bisa memperoleh pendapatan tanpa harus menempatkan perusahaannya di negara tersebut," jelas Sri Mulyani.

Hal tersebut dinilai Sri menimbulkan persoalan terkait perpajakan bila tidak adanya kesepakatan bersama. Namun demikian, Indonesia sangat mendukung hasil kerja OECD dan Kerangka Kerja Inklusif (Inclusive Framework) dalam merumuskan arsitektur sistem pajak internasional pada abad ke-21 berdasar dari dua pilar.

"Pilar 1 yang dirancang untuk mengatasi ketegangan global terkait dengan perpajakan digitalisasi ekonomi, dan Global Anti Base Erosion (GloBe) di bawah Pilar 2, yang bertujuan untuk mengatasi masalah BEPS yang tersisa," jelas Sri Mulyani.

4. Adakan Pertemuan Bilateral Dengan Menkeu Australia

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg. Hal yang dibahas adalah dampak virus korona dalam perekonomian kedua belah negara.

Sri Mulyani menyebut virus korona turut berdampak signifikan pada kinerja ekonomi Australia. "Meskipun demikian, penyebaran virus corona juga mempengaruhi kinerja ekonomi Australia secara signifikan," jelas Sri Mulyani.

Virus Covid-19 yang melanda negeri tirai bambu China memberi pengaruh dalam rantai pasokan Australia. "Penyebaran virus corona telah menyebabkan China menghentikan produksi atas beberapa produk dan ini akan mempengaruhi Australia dalam rangkaian rantai pasokan (supply chain)," ungkap Sri Mulyani.

5. Sri Mulyani Ajak Selfie Menkeu Inggris Hingga Arab Saudi

Sri mengunggah beberapa postingan Instagram terkait kegiatannya selama menjadi panelis di acara G-20 ini. Salah satu postingannya memperlihatkan Sri mengajak para menkeu anggota G-20 untuk berswafoto bersama.

"Pertemuan G20 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di Riyadh Saudi Arabia sudah selesai. Saya menyampaikan selamat kepada rekan saya Menkeu Saudi Arabia Mohammed Al-Jadaan dan Gubernur Bank Sentral Saudi Arabia Ahmed Alkholifey -atas suksesnya penyelenggaraan pertemuan oleh tuan rumah," ujar Sri Mulyani dalam keterangan postingannya

6. Kenalkan Noura, Pendampingnya di G20

Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkenalkan sosok LO Noura. Noura, seperti dijelaskan Sri Mulyani telah mendampingi serta membantunya selama dua hari mengikuti pertemuan G20 yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi.

"Kenalkan LO Noura yang telah menemani dan membantu saya selama dua hari dalam pertemuan G20 di Riyadh - Saudi Arabia," tulis Sri Mulyani dalam unggahan Instagram resminya.

Noura adalah mahasiswi dari Universitas Temple di Tokyo. Noura mengambil jurusan desain interior dan psikologi. "Noura adalah mahasiswi Temple University di Tokyo jurusan Interior Design dan Psychology," ungkap Sri Mulyani.

Sri Mulyani kemudian memberi deskripsi bahwa Noura adalah seorang perempuan pintar yang memiliki harapan dan ambisi yang tinggi untuk meraih pendidikan tingginya.Sri Mulyani juga berterimakasih kepada Noura atas segala dukungannya kepadanya selama acara G20.

"A young smart girl with high hopes and ambition to continue pursue her higher education. @nouraalwahibee thanks so much for your support. Stilton..!" pungkas Sri Mulyani.

7. Hasil Pembahasan G20

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan hasil pertemuan G20 2020 di Riyadh, Saudi Arabia. "Sudah merangkum hasil kesepakatannya di sini, baca baik-baik ya….," demikian seperti dikutip akun Instagram Kemenkeuri.

Berikut hasil dari pelaksanaan G20 di Arab Saudi.

Ekonomi global. G20 berkomitmen menggunakan semua alat kebijakan guna mencapai pertumbuhan kuat, berkelanjutan, seimbang, inklusif, serta tahan downsize risk.

Meningkatkan akses untuk kesempatan buat semua. Ada 3 isu utama yang jadi fokus ketidaksetaraan antar negara, partisipasi wanita yang masih rendah, dan perkembangan teknologi yang cepat.

Ketahanan keuangan dan pembangunan. G20 mendesak IMF dan Bank Dunia untuk memperkuat kapasitas negara peminjam dalam pengelolaan utang dan menggerakkan sumber daya domestiknya. Mendorong pelaksanaan country platform yang efektif di negara pecontohan.

Investasi untuk infrastruktur. G20 sepakat dukung pemanfaatan teknolgi untuk membangun infrastuktur, Infrastructure Technology (Infra Tech) merupakan salah satu agenda akan dikembangkan. Fokus pada pariwisata swasta dan investor domestik untuk biayai infrastruktur.

Kesepakatan lainnya, pajak internasional. G20 sepakat membuat sistem kebijakan pajak internasional baru dengan pendekatan unified approach, perlu disepakati single international tax system untuk kepastian pajak.

Kesepakatan terakhir, dalam pertemuan G20 disepakati untuk terus mereformasi sistem keuangannya dan mengevaluasi dampak reformasinya. Serta mendorong pengaturan pembayaran lintas batas global agar transfer lebih murah dan cepat.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement