6. Masyarakat juga Harus Ikut Terlibat dalam Melaporkan Kasus Uang Palsu
Kasubdit Uang Palsu Bareskrim Polri Victor Togi Tambunan menyatakan dalam menindak kasus uang palsu sangat diperlukan kerjasama dan kesadaran dari masyarakat, yang menurutnya hingga saat ini masih rendah. Dia bilang, masyarakat masih enggan atau takut untuk melakukan pelaporan mengenai temuan uang palsu.
"Kami masih mengandalkan penyelidikan kami. Kalau masyarakat aktif memberikan informasi, tentunya kita akan lebih banyak lagi mengungkap peredaran uang palsu," ujar Victor.
Dia pun memastikan, pihaknya akan terus berupaya dalam mengawasi dan menindak tegas pelaku uang palsu yang meresahkan masyarakat, terlebih sudah mendekati Lebaran dan adanya Pilkada 2020. "Sehingga dikhawatirkan akan ada penyebaran uang palsu," tutupnya.
7. Temuan Uang Palsu dengan Nominal Kecil
Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Yudi Harymukti pun mengaku heran, karena temuan uang palsu terdapat dengan pecahan nominal yang kecil. Padahal, umumnya pemalsuan dilakukan oleh para pelaku pada pecahan nominal besar.
"Ini agak kurang normal, karena umumnya dipalsukan itu pecahan besar," ujar dia dalam acara Pemusnahan Uang Palsu di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Menurutnya, pemalsuan pada uang pecahan kecil tersebut dilakukan para pelaku dengan tujuan tetentu yang menguntungkan bagi mereka. Meski demikian, dia menekankan pemalsuan pada uang pecahan kecil maupun besar diberlakukan penegakan hukum yang setara.
"Padahal risikonya apabila diungkap oleh penegakan hukum, itu hukumannya sama saja. Tidak memandang nilai yang dipalsukan," katanya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.