JAKARTA - Kementerian Keuangan membawa oleh-oleh dari hasil pertemuan G20 di Uni Emirat Arab (UEA) beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah mengenai dampak dan penanganan wabah virus Korona terhadap ekonomi.
Staff Ahli Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, virus Korona menjadi perhatian bagi negara-negara G20. Bahkan negara-negara G20 sepakat untuk mencari solusi bersama terhadap wabah virus Korona ini.
"Virus Korona menjadi perhatian negara-negara G20. Dampaknya terhadap perekonomian ini sangat dipengaruhi seberapa cepat penanganan itu dan seberapa luas penyebaran virus korona," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (3/3/2020).
Baca Juga: Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20 Kumpul Bahas Virus Korona
Menurut Suminto, virus Korona ini akan berpengaruh pada perekonomian jika tidak segera diselesaikan. Salah satu efeknya adalah bagaimana virus Korona akan memutus rantai pasok.
"Kalau istilah dampak virus korona larger and longer (besar dan panjang). Karena apa salah satu persoalannya virus korona ini distribusi rantai pasok," jelasnya.
Selain itu lanjut Suminto, virus Korona ini juga akan berdampak pada pariwisata. Dampak pariwisata bahkan saat ini sudah terasa efeknya dengan dibuktikan penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke RI.
Baca Juga: Di G20, Sri Mulyani Ajak Selfie Menkeu Inggris hingga Arab Saudi
Selain itu, virus Korona juga berpengaruh pada tingkat kepercayaan dari investor. Para investor cenderung wait and see dan lebih memilih instrumen yang aman.
"Dan juga menggerus konfiden. Dengan adanya virus korona takut untuk jalan. Makannya hitting tourism, pergerakan orang," kata Suminto.
Oleh karena itu lanjut Suminto, virus Korona menjadi salah satu faktor ketidakpastian global yang menyelimuti ekonomi dunia. Bahkan, beberapa lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh lebih rendah dikarenakan beberapa hal seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Virus Korona.
"Selain itu, G20 mengidentifikasi ekonomi global. Selain geopolitik dan trade attention. Seperti banyak terjadi disaster terakhir kebakaran hutan di Australia," ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)