JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar jumlah penduduk sangat miskin bisa berada di angka 0 pada 2024 mendatang. Berdasarkan standar angka kemiskinan internasional yang digunakan oleh Bank dunia, jumlah penduduk sangat miskin saat ini sebanyak 9,9 juta atau setara dengan 3,371 dari jumlah penduduk Indonesia
Jokowi ingin agar strategi pengentasan kemiskinan bisa terkonsolidasi dan terintegrasi. Selain itu, dirinya juga menginginkan agar program pengentasan kemiskinan ini bisa tepat sasaran.
Baca juga: Jokowi Targetkan Tidak Ada Lagi Penduduk Sangat Miskin pada 2024
Untuk mendapatkan program yang tepat sasaran lanjut Jokowi, maka dari itu data tentang penduduk yang sangat miskin ini harus benar-benar akurat. Bahkan dari mulai tempat tinggal hingga pekerjaannya harus benar-benar terdata dengan jelas.
"Saya minta strategi pengentasan kemiskinan betul betul terkonsolidasi terintegrasi dan tepat sasaran," ujarnya saat membuka ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/3/2020).
Baca juga: Upaya Menteri Siti Kurangi Kemiskinan dengan TORA, Apa Itu?
Menurut Jokowi, seluruh Kementerian dan Lembaga yang berkepentingan dalam program pengentasan kemiskinan harus memiliki arah yang jelas. Asal tahu saja ada beberapa program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan oleh pemerintah salah satunya adalah program kartu sakti.
"Sehingga siapa yang melakukan apa harus jelas intervensi dari Kementerian atau lembaga dari sisi program juga semuanya menyasar baik yang berkaitan dengan JKN dengan KIS dengan PKH dengan BPNT dengan kartu sembako dan bagaimana intervensi dari sisi program untuk income generating Warga miskin baik itu yang namanya kur, mekar , bank wakaf mikro, dana desa, umi saya rasa bisa disasar ke sana," kata Jokowi.
Selain itu lanjut Jokowi, program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa diarahkan untuk pengentasan kemiskinan. Tak hanya itu, dirinya juga berharap para pelaku industri swasta bisa dilibatkan dalam program pengentasan kemiskinan.
"Juga yang berkaitan dengan BUMN dan Swasta, ada BUMN PKBL, ada CSR sektor swasta semuanya harus diarahkan ke arah ini. Kalau ini betul betul bisa kita lakukan dan terkonsolidasi saya yakin angka 0 akan bisa kita lakukan," kata Jokowi.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.