Share

Molor, Target Lifting Migas 1 Juta Barel Tercapai di 2030?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 320 2178268 molor-target-lifting-migas-1-juta-barel-tercapai-di-2030-Q0ghquplno.jpg Kilang Minyak (Reuters)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) diminta untuk meningkatkan produksi migas oleh Presiden Joko Widodo. Tak tanggung-tanggung Pertamina diminta agar target lifting Migas bisa menyentuh angka 1 juta barel per hari.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya optimis pada 2030 mendatang bisa mencapai target lifting 1 juta barel per hari. Target ini molor dari perkiraan semula yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2025.

"Sedang dikaji lagi, Lifting migas 1 juta barel tahun 2030," ujarnya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

 Baca Juga: Ada 12 Proyek, Lifting Migas Tahun Ini Meroket?

Menurut Nicke, target tersebut sudah melalui pertimbangan yang matang. Hal tersebut juga sudah melalui proses kajian yang panjang dengan melihat pembangunan kilang dan potensi migasnya.

"Oh tadi yang presentasi dari Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri ESDM kita semua program sudah dibahas bersama dengan SKK migas ada target bersama untuk meningkatkan produksi Lifting setiap tahunnya," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyiapkan beberapa langkah untuk meningkatkan produksi minyak. Langkah pertama, mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan minyak yang ada. Kemudian yang kedua melakukan program reserves to production, sehingga sumber-sumber minyak yang terdeteksi bisa segera berproduksi.

Baca Juga: Jadi Biang Keladi Defisit Neraca Dagang, Bagaimana Cara Turunkan Impor Migas?

Langkah selanjutnya, melanjutkan eksplorasi di lapangan-lapangan baru, yang sudah dideteksi supaya bisa cepat berproduksi. Di samping itu, saat ini ada 13.000 bekas lobang pengeboran yang sudah ditinggal.

Arifin mengatakan, program atau langkah-langkah ini akan dimasifkan dan dioptimalkan. Dirinya juga tidak menargetkan apakah 1 juta barel bisa tercapai 2025 atau 2030, karena sarana-sarana untuk menunjang produksi harus dipersiapkan.

"Mudah-mudahan kita bisa kembalikan dari 700.000 barel per hari ke 1 juta, 10 tahun," tuturnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini