Disentil Jokowi tentang Tol Laut, Ini Kata Menko Luhut

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 Maret 2020 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 320 2178735 disentil-jokowi-tentang-tol-laut-ini-kata-menko-luhut-LZcGbXJmnb.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengakui jika kontribusi transportasi laut pada ekonomi masih sangat rendah. Meskipun dalam lima tahun belakangan, pemerintah sudah menjalankan program tol laut.

Menurut Luhut, ke depan pemerintah akan mendorong lebih jauh lagi agar program tol laut ini bisa berjalan lebih efektif. Sehingga, program tol laut ini bisa berkontribusi lebih besar lagi bagi perekonomian negara.

 Baca juga: Tekan Biaya Logistik, Presiden Jokowi Guyur Insentif Rp400 Miliar

“Saya lupa angkanya, tapi kita punya targetnya dan itu cukup. Belum sampai (1%) kayanya,” ujarnya saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Menurut Luhut, wajar jika Presiden Joko Widodo kesal dengan prgoram tol laut yang berjalan kurang efektif. Menurutnya, sejak awal program tol laut ini dilaksanakan adalah untuk menciptakan keadilan.

 Baca juga: Jokowi Ingin Tol Laut Terkoneksi dengan Kawasan Industri

Sebab, tujuan awal dari program tol laut ini adalah untuk memangkas biaya logisitik yang masih mahal, khususnya untuk pengiriman menuju wilayah Indonesia bagian timur. Namun hingga saat ini masih ditemukan laporan bahawa ongkos logistik masih mahal.

“Presiden (Jokowi) ingin melihat keadilan,” kata Luhut.

Oleh karena itu untuk menignkatkan kontribusi dari tol laut untuk ekonomi negara, pemerintah akan memaksimalkan kapal-kapal berukuran semi kecil di wilayah timur agar bisa mendapatkan fasilitas tol laut. Dirinya mengaku optimis jika dengan cara ini, kontribusi program tol laut bisa naik meskipun jika dilihat secara angka masih sangat kecil.

 Baca juga: Masih Minim, Jokowi Sebut Kontribusi Tol Laut bagi Perekonomian Cuma 0,3%

“Kita sekarang yang kapal-kapal semi kecil ke daerah terpencil lagi malah ditingkatkan. Sebanyak mungkin. Tentu tidak semua yg dicapai. Tapi akan banyak,” jelas Luhut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan agar program tol laut bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Sebab saat ini kontribusi tol laut bagi perekonomian masih sangat rendah sekali.

Kontribusi transportasi laut pada perekonomian secara keseluruhan hanya menyumbang 0,3% saja. Angka ini jauh dari tertinggal dari yang lainnya seperti transportasi darat yang mencapai 2,4% pada 2019.

Bahkan menurut Jokowi, dibandingkan transportasi udara juga, masih tertinggal jauh. Adapun kontribusi transportasi udara pada perekonomian negara mencapai 1,6% pada 2019 meningkat 1,03% dibandingkan tahun 2014.

"Sebaliknya peranan transportasi laut selama ini sangat rendah justru menurun dari 0,34% di tahun 2014 menjadi 0,32% di tahun 2019," kata Jokowi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini