LMAN Kelola Aset Rp29,2 Triliun, Ini Daftarnya

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2020 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 20 2179447 lman-kelola-aset-rp29-2-triliun-ini-daftarnya-rnXGo3vuet.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mencatat total asetnya sebesar Rp29,2 triliun. Aset tersebut terdiri dari aset properti senilai Rp748 miliar dan aset di kawasan kilang Bontang dan Lhokseumawe senilai Rp28 triliun. Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihasilkan LMAN pada tahun 2019, adalah senilai Rp720 miliar.

"Pengelolaan aset di kawasan kilang Lhokseumawe telah menghasilkan PNBP sebesar Rp120 miliar pada tahun 2019," Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari ujar dia di kantornya Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Baca Juga: Bicara Aset Negara, Sri Mulyani: Stop Cost of Doing Nothing

Kemudian, lanjut dia untuk manfaat sosial yang didapatkan masyarakat dari pengelolaan aset tersebut adalah kerja sama pinjam pakai Rumah Sakit Arun dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk menunjang peningkatan layanan kesehatan masyarakat Arun dan sekitarnya, sekolah, tempat ibadah, serta fasilitas sosial lainnya.

"Selain aset di Lhokseumawe, ada juga aset kilang di Kawasan Bontang Kalimantan Timur yang digunakan untuk likuifaksi gas. Aset ini telah menghasilkan PNBP sebesar Rp612 miliar di tahun 2019 dan juga berkontribusi pada masyarakat Indonesia di bidang ketahanan energi nasional," ungkap dia.

Dia menambahkan aset properti yang dimiliki di Jalan Dipati Ukur Bandung. Beberapa aset negara yang saat ini telah ditingkatkan nilainya adalah ruko Taman Kedoya di Jakarta Barat yang telah lama terbengkalai, kini direnovasi dan disewakan kepada pihak swasta yang bergerak di bidang manufaktur.

Baca Juga: Kegelisahan Sri Mulyani soal Pemindahan Ibu Kota

Selain itu ada juga ruko tak berpenghuni di kawasan Caringin, Jakarta Pusat, yang kini direnovasi dan dijadikan Puskesmas. Di kawasan Jalan Majapahit, Jakarta Pusat, ada Ruko Majapahit Permai yang awalnya kosong dan rusak, kini telah direnovasi dan disewakan kepada pihak swasta.

Gedung kantor LMAN juga merupakan contoh peningkatan nilai tambah atas aset negara dimana dulunya merupakan gedung bank yang dilikuidasi pada tahun 1998. Aset tersebut berhasil disulap oleh LMAN menjadi Gedung perkantoran berkonsep co-working space dan mendukung digitalisasi kerja.

"Hal itu merupakan cerminan budaya kerja LMAN dan diharapkan akan menjadi nilai yang dibawa oleh LMAN dalam melaksanakan tugas yang strategis yaitu meningkatkan nilai tambah atas aset negara," tandas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini