Fakta Jalan Trans Papua yang Hampir Rampung, Tuntas Akhir Tahun Ini

Irene, Jurnalis · Sabtu 07 Maret 2020 09:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 06 320 2179295 fakta-jalan-trans-papua-yang-hampir-rampung-tuntas-akhir-tahun-ini-xpVhm9Z7Nl.jpg Jalan Tol Trans Papua (Foto: Okezone.com/Dani Jumadil Akhir)

JAKARTA - Pengerjaan proyek jalan Trans Papua sangat ditunggu-tunggu perampungannya sebagai salah satu program Nawa Cita Presiden Joko Widodo di Papua. Proyek ini bertujuan untuk peningkatan konektivitas, membuka daerah terisolir dan mengurangi tingkat kemahalan harga barang, terutama di wilayah pegunungan Papua.

Saat ini pengerjaannya telah hampir rampung sebagian dan ruas Jayapura - Wamena tengah dalam tahap pembukaan kerjasama investasi. Ruas jalan Jayapura - Wamena sendiri terbukti menurunkan kemahalan harga per kilometer dari Rp13.000 per kilo menjadi Rp5.000-Rp7.000.

Pada Sabtu (7/3/2020), Okezone merangkum fakta terkini terkait jalan tol Trans Papua.

 Baca juga: Jembatan Youtefa Angkat Industri Pariwisata Papua

1. Proyek Telah 96% Rampung

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Osman Harianto Marbun saat ini pembangunan proyek Trans Papua telah mencapai 95% hingga 96% perampungannya.

"Sekarang itu sudah 95-96% lah," katanya.

Adapun pembangunan jalan Trans Papua yang belum terselesaikan terletak pada ruas Enarotali-Ilaga-Mulia-Wamena sepanjang 8,25 km dan Kenyam-Dekai sepanjang 16,92 km. Sementara ruas lainnya telah terselesaikan sesuai target.

 Baca juga: Sulitnya Bangun Jalan Trans Papua, Logistik Dikirim Via Jalur Udara

2. 2.320 Kilometer Telah Terbangun

Jalan Trans Papua pun telah terbangun hingga 2.320,23 kilometer (km) dari total panjang proyek Trans Papua 2.345 kilometer (km). Osman mengatakan saat ini sisa pengerjaan Trans Papua yang belum tersambung mencapai 25,17 km dari total panjang Trans Papua 2.345 km.

"Jadi jalan Trans Papua untuk wilayah Papua itu 2.345 kilometer rencananya. Sisa penanganannya 25,17 kilometer lagi," kata Osman di Jayapura, Rabu (4/3/2020).

3. Buka Kerjasama Investor untuk Proyek Ruas Jalan Jayapura - Wamena

Sementara itu, pembangunan proyek Trans Papua ruas Jayapura - Wamena juga terus dikebut pengerjaannya sepanjang 575 kilometer (km). Sepanjang 75 km yang akan dikerjakan tahun ini nantinya bakal ditawarkan melalui skema Kerjasama dengan Pemerintah Badan Usaha (KPBU) Availability Payment.

Melalui skema KPBU AP, swasta akan membangun dan memelihara infrastruktur selama waktu yang disepakati. Sementara untuk pengembalian investasinya, pemerintah akan mencicil memakai APBN.

"Nanti kita undang rekanan-rekanan yang punya kapasitas lah semacam kita perkenalkan ada program seperti ini. Ketertarikan mereka, kemampuan keuangan mereka nanti baru proses lelang. Jadi sistemnya investasi ya KPBU. Jadi diinvestasikan dulu oleh investor nanti negara membayar setelah selesai," jelas Osman.

Pembiayaan menggunakan KPBU ini akan menggantikan ruas Wamena-Kenyam-Mumugu yang rusak akibat peristiwa penembakan pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga pada akhir 2018 silam.

4. 178 Kilometer Ruas Jayapura - Wamena Belum Teraspal

Saat ini, Osman menjelaskan masih ada 178 kilometer ruas jalan Jayapura - Wamena yang belum diaspal. KPBU tersebut akan menuntaskan program pengaspalan 178 km jalan ini.

"Nah berhubung kemarin situasi seperti itu (penembakan), penanganan KPBU-nya menuntaskan ruas Jayapura-Wamena di mana ada 178 kilometer (km) lagi belum teraspal program kemarin," jelas Osman.

5. Enam Paket Kegiatan Penyelesaian Ruas Jayapura - Wamena

Penyelesaian ruas Jayapura - Wamena terdiri dari enam paket kegiatan untuk menuntaskan pengaspalannya secara menyeluruh sampai tahun 2023 mendatang. Dimana 75 km sisanya akan menggunakan pola KPBU.

"Jadi 6 paket kegiatan 103 kilometer pengaspalannya dari 178 km yang kurang, sisanya 75 km lagi pakai pola KPBU. Tadinya mau kita kerjakan di ruas Wamena-Mumugu jadi pindahkan ke atas," ungkap Osman.

Adapun ruas jalan Jayapura-Wamena memiliki total panjang 575 km yang melintasi Jayapura-Yetti-Mamberamo-Elelim-Wamena. Dari angka itu pada ruas Jayapura-Mamberamo sepanjang 283,18 km, jalan yang teraspal mencapai 231,48 km.

Sementara untuk ruas Mamberamo-Elelim sepanjang 161,65 km, jalannya belum teraspal sama sekali. Sedangkan ruas Elelim-Wamena sepanjang 18,17 km, jalan yang teraspal sekitar 10 km. Nantinya dana dari KPBU AP ini akan membangun jalan di sebagian ruas Mamberamo-Elelim-Wamena.

6. Pengiriman Logistik Masih Lewat Jalur Udara

Saat ini pengiriman logistik pembangunan Trans Papua ruas Jayapura - Wamena masih mengandalkan jalur udara. Namun Osman menyebut sebagian pengiriman memakai ponton.

"Iya sekarang jalur udara. Ada sebagian yang pakai ponton ya untuk teman-teman yang mengerjakan jalan itu ada yang dibuat pontonnya dari drum, ada dibuat dari baja jadi sangat minim memang kapasitasnya kan," papar Osman.

7. Anggaran Rp2,9 Triliun untuk Sisa Pengerjaan Jalan Trans Papua

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan sebesar Rp2,9 triliun untuk pembukaan lahan dan jalan perbatasan proyek Trans Papua. Hal ini menyusul sisa pengerjaan jalan Trans Papua yang belum terbuka mencapai 25,17 km dari total panjang Trans Papua 2.345 km. "Belum terbuka masih hutan," kata Osman.

8. Akhir Tahun 2020 Jalan Trans Papua Rampung

Trans Papua sendiri diharapkan dapat digunakan secara sempurna pada akhir tahun ini atau 2020. Dimana harapan itu apabila tidak ada kendala yang merintangi.

"Target tahun ini rampung dalam satu anggaran. Akhir 2020 Trans Papua terbuka (tersambung) kalau tidak terjadi apa-apa lagi lah (kerusuhan atau penembakan)," kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Osman Harianto Marbun.

9. Keamanan dan Medan yang Berat Masih Jadi Kendala

Osman juga menjelaskan masalah lain dalam pembangunan Jalan Trans Papua ini adalah keamanan dan kondisi Medan yang berat. Hingga saat ini pengerjaan masih terhenti.

"Sekarang belum berjalan lagi proses lelang dan sebagian nunggu kondusif lagi,"

Pengerjaannya juga terhambat lantaran banyak jembatan yang belum terbuka. Masih ada sekitar 600 titik atau sekitar 7 kilometer jembatan yang perlu dibenahi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini