Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Jokowi Ribut soal Tol Laut, Ini Faktanya!

Irene , Jurnalis-Sabtu, 07 Maret 2020 |08:09 WIB
Presiden Jokowi Ribut soal Tol Laut, Ini Faktanya!
Tol Laut (Okezone)
A
A
A

5. Masalah Tol Laut Harus Dilihat Detail dan Komprehensif

Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta agar program tol laut ini bisa dilihat secara komprehensif dan detail. Sehingga nantinya dapat ditemukan akar masalah yang membuat biaya logistik mahal.

"Saya minta masalah ini dilihat secara detail dan komprehensif, apakah masalahnya di pelabuhan. Misalnya urusan dengan dwelling time atau ada praktek monopoli di dalam transportasi dan distribusi barang sehingga biaya logsitik tidak efisien," tegasnya.

6. Kontribusi Tol Laut Untuk Perekonomian

Jokowi menyebut secara keseluruhan, transportasi laut hanya menyumbang 0,3% saja. Angka ini jauh tertinggal dari yang lainnya seperti transportasi darat yang mencapai 2,4% pada 2019.

"Saya mencatat bahwa transportasi laut hanya menyumbang 0,3% dari keseluruhan Product Domestik Bruto (PDB) dibanding kontribusi transportasi darat," ungkap Jokowi.

Jokowi juga mengatakan adanya penurunan yang terjadi dari tahun 2014 ke 2019 pada transportasi laut. "Sebaliknya peranan transportasi laut selama ini sangat rendah justru menurun dari 0,34% di tahun 2014 menjadi 0,32% di tahun 2019," katanya.

7. Tol Laut Dikoneksikan dengan Kawasan Industri

Presiden Joko Widodo dalam kesempatannya juga menegaskan keinginannya untuk tol laut dapat terkoneksi dengan kawasan industri dan sentral ekonomi. "Saya minta tol laut juga terkoneksi dengan kawasan industri dan sentra ekonomi lokal," katanya.

Jokowi meminta peran aktif dari Pemerintah daerah (Pemda) dan juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Misalnya dengan melakukan pengembangan atau membangun sentra ekonomi lokal yang terkoneksi langsung dengan tol laut.

"Saya juga minta Pemda dan BUMD terlibat dalam pengembangan dan pemanfaatan tol laut sehingga memiliki dampak positif terhadap ekonomi lokal," tegasnya.

8. Tanggapan Menko Luhut

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengakui jika kontribusi transportasi laut pada ekonomi masih sangat rendah. Dirinya menilai telah punya target dan cukup. Kedepannya, menurut Luhut, pemerintah akan mendorong lebih jauh lagi agar program tol laut dapat berjalan lebih efektif.

“Saya lupa angkanya, tapi kita punya targetnya dan itu cukup. Belum sampai (1%) kayanya,” ujarnya.

Menurut Luhut, wajar bila Presiden Jokowi kesal dengan program tol laut yang berjarang tidak efektif. Menurutnya sejak awal, program tol laut ini dilaksanakan untuk menciptakan keadilan.

“Presiden (Jokowi) ingin melihat keadilan,” kata Luhut.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kontribusi dari tol laut untuk ekonomi negara, pemerintah akan memaksimalkan kapal-kapal berukuran semi kecil di wilayah timur agar bisa mendapatkan fasilitas tol laut. Dirinya mengaku optimis, apabila dengan cara ini, kontribusi program laut bisa naik meski jika dilihat secara angka masih kecil.

“Kita sekarang yang kapal-kapal semi kecil ke daerah terpencil lagi malah ditingkatkan. Sebanyak mungkin. Tentu tidak semua yang dicapai. Tapi akan banyak,” jelas Luhut.

Menko Luhut juga mengatakan trayek tol laut akan ditambah menjadi sebanyak 26.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement