nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasien Positif Virus Korona Terus Bertambah, RI Bangun Fasilitas Karantina di Batam

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 18:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 09 320 2180628 pasien-positif-virus-korona-terus-bertambah-ri-bangun-fasilitas-karantina-di-batam-SXiAPo78e4.jpg Fasilitas Karantina Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya virus korona atau Covid-19 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Fasilitas memanfaatkan lokasi ex-tempat penampungan (kamp pengungsi Vietnam) yang difungsikan sejak 1979 hingga 1996 di Pulau Galang. Kini lokasi tersebut merupakan kawasan wisata sejarah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, seluruh fasilitas ksehatan yang dibangun tersebut diharapkan selesai akhir Maret 2020.

Baca Juga: Penataan Kebun Raya Batam Rampung 100%, Begini Penampakannya

"Target yang diberikan Bapak Presiden adalah 2-3 minggu harus selesai dan siap untuk dimanfaatkan. Berarti tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain. Sekarang sudah mulai land clearing, pasokan listrik dari PLN juga akan segera kita sambungkan," kata Basuki, dalam keterangannya, Senin (9/3/2020).

Fasilitas Karantina Virus Korona

Pada tahap awal akan dibangun dua bangunan bertingkat dua, yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi). Untuk ruang observasi dengan kapasitas 230 tempat tidur, dimana satu kamarnya memiliki kapasitas rawat 8-10 pasien.

Baca Juga: Pengembangan Bali Baru, Waterfront City Bakal Dibangun di Manado

Sementara untuk ruang isolasi terdiri dari 30 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur Non ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.

Selain itu, di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi sarana olahraga, ruang terbuka hijau serta sarana pengolahan sampah padat dengan insinerator khusus, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Untuk insinerator limbah padat, kita akan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Bekas Rumah Sakit yang ada disini masih bisa kita manfaatkan. Saya lihat strukturnya masih bagus, dinding dengan double cover asbes masih kuat, tinggal plafon dan kayu kusen yang lapuk kita akan ganti. Intinya masih bisa dipakai untuk pendukung seperti ruang administrasi, dokter, tenaga medis, dapur, dan laundry," ujar Basuki.

Menteri Basuki mengatakan, anggaran pembangunan seluruh sarana dan prasarana kesehatan tersebut dilakukan melalui Kerjasama Operasi (KSO) antara PT. Wijaya Karya (Persero) dan PT. Waskita dengan Konsultan Manajemen Konstruksi PT Virama Karya.

Sebagai informasi, jumlah pasien positif terinfeksi virus korona atau Covid-19 di Indonesia bertambah menjadi 19 orang, dari sebelumnya hanya enam orang. Di antaranya pasien tersebut ada warga negara asing (WNA) dan masih dirawat di rumah sakit di Tanah Air.

“Hingga saat ini sudah 19 orang (positif Covid-19). Ini pengembangan dari yang kita rilis di awal,” Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan wabah Virus Korona, Achmad Yurianto.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini