nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bursa Saham AS Rontok, Penurunan Terbesar Sejak Krisis 2008

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 10 Maret 2020 07:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 10 278 2180830 bursa-saham-as-rontok-penurunan-terbesar-sejak-krisis-2008-2eSrRvZoek.jpg Bursa saham Wall Street ditutup melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street mengalami kerugian terbesar sejak krisis ekonomi 2008. Bursa saham AS tertekan karena kekhawatiran terjadinya resesi imbas jatuhnya harga minyak dan meluasnya penyebaran virus korona.

Tiga indeks utama bursa saham AS anjlok tajam dan memicu penghentian perdagangan. Indeks Dow anjlok 2.000 poin. S&P 500 berjangka turun sekitar 1%, secara singkat memperpanjang kerugian mereka menjadi lebih dari 20%.

Baca Juga: Wall Street Melemah hingga 1% Imbas Kekhawatiran Virus Korona

"Ada banyak ketakutan di pasar dan jika harga minyak terus bergerak lebih rendah itu merupakan indikasi bahwa resesi global bisa terjadi dalam waktu dekat," kata Kepala Ekonom di Spartan Capital Securities Peter Cardillo di New York, dilansir dari Reuters, Selasa (10/3/2020).

Indeks Volatilitas CBOE yang mengukur kecemasan investor menyentuh level tertinggi sejak Desember 2008. Aksi jual dimulai pada akhir pekan ketika kesepakatan pemangkasan pasokan minyak antara Arab Saudi dan Rusia buntu dan kedua negara justru berjanji untuk meningkatkan produksi di tengah melemahnya permintaan global karena virus korona dan tanda-tanda perlambatan ekonomi.

Harga minyak mencatat penurunan satu hari terbesar sejak 1991, minyak mentah berjangka Brent LCOc1 ditutup turun 23,88% dan WTI bulan depan turun 25,1%.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Anjlok 3% Imbas Investor 'Dihantui' Virus Korona

Pasar global sudah gelisah karena kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di seluruh dunia menyebabkan gangguan pasokan yang meluas.

Dow Jones Industrial Average turun 2.013,76 poin atau 7,79% menjadi 23.851,02, S&P 500 kehilangan 225,81 poin atau 7,60% menjadi 2.746,56 dan Nasdaq Composite turun 624,94 poin atau 7,29% menjadi 7.950,68.

Semua 11 sektor utama S&P 500 mengakhiri sesi di zona merah, penurunan terbesar di sektor energi dan keuangan yang sensitif terhadap suku bunga. Volume pada perdagangan bursa saham AS mencapai 17,22 miliar saham, naik dibandingkan dengan rata-rata perdagangan selama 20 hari terakhir yang mencapai 11,05 miliar.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini