nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wabah Virus Korona, Menko Luhut: Tidak Boleh Reaktif Harus Tenang

Vania Halim, Jurnalis · Selasa 10 Maret 2020 12:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 10 320 2180963 wabah-virus-korona-menko-luhut-tidak-boleh-reaktif-harus-tenang-n9peDnwrGF.jpg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa semua kondisi sedang dikaji dengan cermat karena keadaan global yang sangat tidak menentu sehingga tidak boleh reaktif, harus tetap tenang.

”Dan tadi pagi saya bicara juga dengan beberapa teman di luar/luar negeri, mereka memang masih melihat ketidakpastian ini ya cukup ya harus hati-hati menghadapi. Dan mereka mengapresiasi bahwa Indonesia dalam penanganan Virus Korona ini cukup bagus, tidak ada kepanikan dan semua masih tenang,” kata Menko Luhut dilansir dari Laman Setkab, Selasa (10/3/2020).

Baca Juga: Kekayaan Bos Tencent Naik Rp15 Triliun karena Virus Korona

Kalau soal ekonomi, Menko Luhut semua negara terkena dampaknya, tetapi kemari Hyundai masih dijadwalkan akan groundbreaking April awal.

”Tadi Presiden setuju dilakukan groundbreaking. Ya mudah-mudahan dengan LG juga ikut untuk lithium baterai. Kemudian di Morowali kemarin masih groundbreaking untuk USD1,5 miliar untuk, kemudian 3, hampir USD3 miliar jadi hampir USD4,5 miliar,” imbuh Luhut.

Baca Juga: 13 Pekerja Asing di Kabupaten Bekasi dalam Pengawasan Virus Korona

Untuk realisasi investasi, Luhut menyampaikan masih lebih baik jika mendengar paparan dari Kepala BKPM. Soal stimulus fiskal, Menko Luhut menyampaikan perhitungannya juga harus hati-hati karena penerimaan pajak juga turun, tapi akibat dari insentif ini apa yang harus didapat sehingga jangan terjadi jomplang yang banyak. Terkait stok bahan baku, Menko Marves menyampaikan bahwa saat ini industri di Tiongkok sudah mulai bekerja dan berharap nanti pada akhir bulan Maret akan full speed karena sekarang di Tiongkok sudah ada penurunan yang drastis dari adanya Covid-19 ini.

”Tapi yang kita masih takut tadi saya tanya teman, mereka masih memprediksi 8 bulan ke depan atau 9 bulan baru ada vaksinnya. Kalau benar itu kan memang masih harus hati-hati. Di New York saja kelihatan sudah sekarang cukup banyak yang terjangkit,” tambahnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini