Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Anjlok 7% Imbas Larangan Perjalanan dari Eropa ke AS

Irene , Jurnalis-Jum'at, 13 Maret 2020 |08:55 WIB
   Harga Minyak Anjlok 7% Imbas Larangan Perjalanan dari Eropa ke AS
Minyak (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

NEW YORK - Harga minyak mentah merosot 7% setelah pembatasan perjalanan dari Eropa diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Banjir pasokan yang datang dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab juga turut memberi tekanan pada harga minyak.

Melansir Reuters, Jumat (13/3/2020), minyak mentah Brent LCOc1 turun USD2,57 atau 7,2% menjadi USD33,22 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate Texas CLc1 turun USD1,48 atau 4,5% menjadi USD31,50.

Baca Juga: Trump Larang Perjalanan dari Eropa, Harga Emas Naik Tipis

Permintaan minyak global akan dikontrak pada 2020 untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Badan Energi Inernasional pekan ini telah menurunkan perkiraan tahunannya hampir 1 juta barel per hari atau 1% dari permintaan global.

Permintaan pada kuartal pertama telah mengalami penurunan tajam di tahun ini. Sebagian besar karena dampak virus korona pada aktivitas ekonomi di China.

"Minyak mentah Brent tampaknya siap untuk menjual 10% lagi di sini karena prospek permintaan sepertinya hanya akan semakin buruk," ujar analis senior pasar OANDA di New York Edward Moya.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Hampir 10%

Baik Brent maupun WTI turun sekitar 50% dari pencapaian tertingginya pada Januari lalu. Penurunan tersebut merupakan penurunan terbesarnya dalam satu hari sejak Perang Teluk 1991 setelah perang harga yang dinyatakan Arab Saudi.

Contango Brent enam bulan yang menyebar dari LCOc1-LCOc7 mulai Mei hingga November melebar hingga USD7,31 per barel. Level ini belum pernah terlihat sejak Januari 2015.

Contango adalah tempat harga berjangka suatu komoditas yang lebih tinggi dari harga untuk pembelian saat ini. Contango mendorong perusahaan minyak dan pedagang untuk memompa minyak ke penyimpanan, baik di darat atau tanker di laut dengan tujuan untuk menjualnya di kemudian hari dengan laba.

Biaya pengangkutan minyak dengan supertanker telah mengalami lonjakkan karena produsen utama curi start untuk mengamankan kapal guna mengirim lebih banyak minyak mentah dan perusahaan pun mencari kapal untuk penyimpanan.

Saat eksportir minyak utama Arab Saudi bergerak cepat untuk peningkatan produksi, Rusia masih terjebak oleh keputusan yang menyebabkan runtuhnya aliansi dengan Riyadh dan produsen lainnya. Sementara itu, Moskow mengatakan tidak ada pengurangan poin produksi karena kemungkinan akan terlalu sedikit untuk mengimbangi dampak virus korona pada permintaan global.

Kepala penelitian dan strategi MENA di MUFG Ehsan Khoman mengatakan kedua belah pihak Arab Saudi dan Rusia sedang menggali perang dagang. Dirinya menilai keduanya memiliki kapasitas keuangan yang mencukupi dengan tujuan yang berbeda untuk terus melanjutkan perang harga minyak ini.

"Kami percaya bahwa kedua belah pihak memiliki kapasitas keuangan yang cukup dan tujuan yang cukup berbeda untuk mempertahankan perang harga minyak selama beberapa kuartal, bukan bulan," pungkas Ehsan Khoman.

Arab Saudi kini telah melakukan peningkatan upaya untuk memeras kadar minyak Ural Rusia dari pasar utamanya. Hal ini dilakukan dengan menawarkan barel murahnya sendiri kepada para penyuling di seluruh dunia dengan membeli minyak mentah Rusia.

Dengan permintaan yang turun tajam dan output atau produksi yang meningkat dengan cepat, pasar akan menghadapi surplus besar di bulan April. Perkiraan untuk keuntungannya bervariasi, Direktur dan analis minyak senior BCS Global Markets di Moskow Kirill Tachennikov mengatakan itu bisa sebanyak 6 juta barel per harinya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement