Dihantui Virus Korona, 35.000 Pekerja Kapal Princess 'Nganggur'

Jum'at 13 Maret 2020 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 320 2182658 dihantui-virus-korona-35-000-pekerja-kapal-princess-nganggur-LKgw02jq8O.jpg Virus Korona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Princess Cruises pada Kamis 12 Maret 2020 mengumumkan penangguhan secara sukarela operasi kapalnya di seluruh dunia selama 60 hari, yang berdampak pada perjalanan yang berangkat pada 12 Maret hingga 10 Mei 2020.

Dalam pernyataan tertulisnya Princess Cruises mengatakan tindakan ini diambil sebagai tanggapan proaktif terhadap keadaan tak terduga yang berkembang dari penyebaran global COVID-19 dan sebagai tindak kewaspadaan.

Baca Juga: 9 WNI Kru Kapal Diamond Princess Sudah Sembuh dari Virus Korona

Princess Cruises juga mengatakan setiap hari melayani 50.000 dan sudah menangani dampak virus corona di dunia.

Dalam postingan videonya di laman Facebook Princess, Presiden perusahaan Jan Swartz mengatakan, “Kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan semua orang yang berlayar bersama kami, penumpang para awak dan komunitas yang kami kunjung merupakan prioritas nomor satu kami," demikian seperti dikutip VOA Indonesia, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Perusahaan pesiar ini juga mengatakan kapal pesiar yang perjalanannya akan berakhir dalam lima hari ke depan akan terus berlayar seperti yang diharapkan sampai akhir jadwal. Perjalanan saat ini yang sedang berlangsung dan melampaui 17 Maret akan berakhir di lokasi yang paling nyaman. Princess Cruises juga akan melakukan segalanya untuk memulangkan penumpang dengan perawatan terbaik.

Baca Juga: Kisah Pilu Wu Dituduh Penyebar Pertama Virus Korona di Kapal Diamond Princess

Princess Cruises saat ini menangguhkan 18 dari 20 kapalnya. Perusahaan ini memperkerjakan 35.000 lebih karyawan dan menawarkan lebih dari 180 rencana perjalanan ke destinasi populer dan eksotis di seluruh dunia.

Ribuan WNI diperkirakan bekerja di kapal-kapal pesiar Princess yang rata-rata memiliki kapasitas di atas 2.000 penumpang. Sejauh ini 126 ABK WNI, 69 dari kapal Diamond Princess dan 57 dari kapal Grand Princess terimbas oleh penyebaran virus corona. 69 ABK WNI di Diamond Princess telah dikarantina pemerintah Indonesia di Pulau Sebaru.

Kekhawatiran terhadap penumpang dan warga yang berada di kapal-kapal pesiar telah memicu tindakan evakuasi dari pemerintah negara asal penumpang dan awak kapal pesiar.

Amerika telah mengarantina puluhan ribu warganya yang punya catatan terkait perjalanan dengan kapal pesiar.

Kepala Biro Humas Bagian Ketenagakerjaan, Kemnaker RI, Soes Hindharno, Kamis 12 Maret mengatakan pemerintah melindungi warganya yang berada di luar negeri tanpa memandang status pekerjaan mereka.

Pada kasus yang pernah terjadi sebelumnya terhadap WNI, Soes Hindarno menjelaskan, "Awalnya larinya pasti akan ke Embassy kita terdekat dengan mereka yang kedua Departemen Tenaga Kerja, tidak ke perhubungan. Padahal, proses pemberangkatannya perhubungan," jelasnya.

Para WNI ABK yang bekerja di berbagai kapal pesiar Princess yang dihubungi VOA mengatakan cemas dengan perebakan virus corona, namun hanya bisa berupaya menjaga kesehatan dan pasrah menanti tindakan selanjutnya dari kapal-kapal dimana mereka bekerja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini