Alasan Target PNBP Minerba Diturunkan

Vania Halim, Jurnalis · Sabtu 14 Maret 2020 14:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 14 20 2183305 alasan-target-pnbp-minerba-diturunkan-EJfw1gQJVD.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Subsektor mineral dan batubara (minerba) masih menjadi primadona penerimaan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral.

Sejak tahun 2017 hingga 2019 tercatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terus melebihi target yang sudah ditetapkan. Sumber-sumber PNBP subsektor minerba ini berasal dari royalti, penjualan hasil tambang dan iuran tetap.

"Sejak tahun 2017 hingga 2109, PNBP minerba selalu melebih target yang sudah ditetapkan dengan penerimaan terbesar pada tahun 2018 yang mencapai hampir Rp50 triliun," ujar Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara (Minerba) Bambang Gatot Ariyono seperti dikutip laman Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (14/3/2020).

Tahun ini PNBP Minerba ditarget sebesar Rp 33,34 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan PNBP tahun sebelumnya yang mencapai Rp 45,49 triliun. Penurunan ini dijelaskan Bambang karena turunnya harga komoditi.

"Tahun 2020 ini targetnya memang lebih kecil dari tahun 2019 kemarin, karena kita tahu Penerimaan Negara Bukan Pajak ini sangat dipengaruhi oleh faktor harga. Harga batubara sekarang jika dibandingkan dengan tahun 2019 saya kira sangat turun, tahun kemarin rata-rata USD80-90, tahun ini rata-rata paling USD60an, sehingga kita menargetkan untuk tingkat produksi 550 juta ton sebesar Rp44,34 triliun," jelas Bambang.

Tahun 2015, Direktorat Jenderal Minerba mencatatkan PNBP sebesar Rp29,30 triliun, tahun 2016, Rp27,15 triliun, tahun 2017 sebesar Rp40,62 triliun, tahun 2018, Rp49,63 triliun, dan tahun 2019 tercatat penerimaan sebesar Rp45,59 triliun.

"Penerimaan Negara Bukan Pajak ini didominasi oleh penerimaan dari komoditi batubara yang mencapai hampir sekitar 80% terutama dari penerimaan hasil tambang karena kita punya 13,5% gross dari PKP2B," ujar Bambang.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini