Investor Buru Uang Tunai, Harga Emas Dunia Anjlok

Irene, Jurnalis · Sabtu 14 Maret 2020 08:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 14 320 2183173 investor-buru-uang-tunai-harga-emas-dunia-anjlok-ruiz7EzPO7.jpg Ilustrasi Harga Emas (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Harga emas turun 4,5% pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menuju penurunan mingguan terbesar sejak 1983 karena investor memulai aksi jual untuk menimbun uang tunai guna menutup margin di pasar lain yang terpukul dampak wabah virus korona atau coronavirus (Covid-19).

Sementara, paladium turun hampir 11%, sehari setelah terjun 28%, menuju penurunan persentase mingguan terbesar dalam rekor.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp19.000

Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (14/3/2020), harga emas di pasar spot turun 4% menjadi USD1.513,11 per ounce. Untuk minggu ini, emas turun lebih dari 9% terbesar sejak 1983. Emas berjangka AS turun 4,6% pada USD1.516,70.

"Sementara pasar ekuitas terus berada di bawah tekanan dan ada dorongan ke arah likuiditas di pasar, itu tidak biasa bagi harga emas untuk menjual juga," kata analis Standard Chartered Bank Suki Cooper.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Kembali Turun, Ada Apa?

Dalam jangka pendek, emas bisa melihat penurunan lebih lanjut karena kebutuhan untuk memenuhi panggilan margin di pasar lain dan jika investor lebih memilih untuk pindah ke uang tunai dan mengurangi paparan risiko di seluruh papan.

"Emas dan ekuitas telah berkorelasi positif selama beberapa hari terakhir, tetapi hari ini logam tidak bisa benar-benar reli ketika saham didukung, yang merupakan tanda yang meresahkan dan menunjukkan bahwa jangka panjang mundur ke uang tunai, surga paling aman," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan mulia di BMO.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini