Sri Mulyani: Saya Sehat, Sabtu Minggu Ini Rapat lewat Konferensi Video

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 15 Maret 2020 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 15 320 2183704 sri-mulyani-saya-sehat-sabtu-minggu-ini-rapat-lewat-konferensi-video-wJluMVSl2K.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan kondisi kesehatannya kini dalam keadaan baik. Hal ini menyusul kekhawatiran masyarakat mengenai kesehatan menteri lain pascakabar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terjangkit virus korona.

“Saya, alhamdulilah tetap sehat dan terus melakukan tugas sebagai Menkeu secara penuh. Sabtu minggu ini, saya bekerja penuh melakukan rapat koordinasi melalui konferensi video,” katanya dalam Instagram, Minggu (15/3/2020).

Baca Juga: Sempat Batuk-Batuk, Menteri Keuangan Sri Mulyani Sudah Sehat

Sri Mulyani mengadakan rapat jarak jauh dengan jajaran Kemenkeu untuk merumuskan kebijakan dan langkah-langkah APBN dan keuangan negara dalam menangani penyebaran virus Corona (Covid19). Menurutnya, rapat dengan video untuk mengurangi potensi penularan virus Covid19, tapi tetap efektif dalam merumuskan kebijakan dan melaksanakan tugas Kemenkeu.

Berikut adalah beberapa keputusan penting dalam rapat tersebut:

(1) Menerbitkan Surat Edaran bagi Kementrian Lembaga agar mereka mampu melakukan realokasi dan reprograming anggaran KL untuk penanganan masalah Covid19. Semua menteri harus memfokuskan belanja untuk mencegah dan menangani dampak penyebaran virus Covid19.

(2) Menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan untuk memberi landasan hukum bagi pemerintah daerah dalam melakukan penyesuaian penggunaan anggaran transfer ke daerah bagi penanganan pencegahan dan mengurangi dampak penyebaran virus Covid19.

(3) Menerbitkan pedoman Business Continuation Process (BCP) Kemenkeu, yaitu pedoman kerja dan jam kerja termasuk bekerja dari rumah (work from home) bagi jajaran Kemenkeu dalam menghadapi situasi merebaknya virus Covid19. (4) Menyetujui usulan Dirjen Pajak, untuk menetapkan status kahar dan memperpanjang waktu penyerahan SPT Wajib Pajak Pribadi dari akhir Maret menjadi April 2020. Juga meminta WP melakukan penyerahan secara online atau melalui Kanyor Pos dan tidak melakukan pelayanan tatap langsung untuk menghindari potensi penularan. (5) melakukan antisipasi dampak Covid19 pada masyarakat, ekonomi dan APBN, dan mengelola dampak negatif secara prudent dan efektif.

Baca Juga: Lagi Sakit, Sri Mulyani Enggan Berjabat Tangan dengan Pejabat Kemenkeu

“Terimakasih atas perhatian dan dukungan semua bagi kami untuk terus menjalankan tugas menjaga Indonesia, dan menjaga Keuangan Negara bagi sebesar-besar kemakmuran dan keamanan serta kesehatan rakyat Indonesia,” tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini