Menaker: SDM Unggul Bisa Dicapai Kalau Punya Daya Saing

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 15 Maret 2020 18:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 15 320 2183730 menaker-sdm-unggul-bisa-dicapai-kalau-punya-daya-saing-E9xRqkXNZP.jpg Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah merasa yakin bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia Unggul dapat tercapai apabila SDM kompeten dan mampu berdaya saing dalam bekerja. Menaker menyampaikan untuk dapat mencapai hal itu, sangat mutlak diperlukan adanya keterlibatan perusahaan dalam berinvestasi SDM yang serius. Menurut data dari World Bank bahwa kurang dari 10% perusahaan di Indonesia dalam memberikan pelatihan formal di perusahaannya masing-masing.

"Untuk mencapai SDM Indonesia unggul bisa tercapai apabila berkompeten dan mampu berdaya saing dalam bekerja. Hal ini dapat diwujudkan dengan adanya keterlibatan perusahaan dalam memberikan pelatihan formal bagi karyawannya," kata Menaker di Twitter Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Minggu (15/3/2020).

Dirinya menambahkan Negara juga turut untuk menghadirkan keseimbangan dalam penyediaan SDM berkualitas. Hal ini bisa dengan cara merangkul perusahaan untuk mau investasi pelatihan secara sukarela.

"Negara terus hadir untuk menghadirkan keseimbangan dalam penyediaan SDM berkualitas, caranya yakni dengan merangkul perusahaan untuk mau investasi pelatihan secara sukarela," tuturnya.

Ia melanjutkan bahwa Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan Super Tax Deduction bagi perusahaan yang aktif melakukan pelatihan atau pemagangan bagi SDM di perusahaannya masing-masing. Dia meminta kepada seluruh Direktur HR dan Praktisi HR yang hadir di sini untuk membantu pemerintah, dengan beberapa cara yakni; berinvestasi lebih pada pelatihan SDM, baik kepada para pencari kerja atau para pekerja.

Perusahaan-perusahaan besar bisa membina SDM UMKM lokal agar menjadi unggul di beberapa bidang, Untuk mengurangi reject rate (kegagalan pada proses produksi) dan meningkatkan daya saing produk. Dan berpartisipasi, berpartisipasi aktif dalam program pemerintah terkait pengembangan SDM, seperti: Program Kartu Prakerja (dengan menyediakan lowongan kerja dan pemagangan, serta terlibat menjadi training center).

Sebagai penutup, Menaker berharap ke depannya semakin banyak Manajer HR yang disertifikasi, karena pemerintah yakin, program wajib sertifikasi Manajer HR akan mendorong investasi SDM kita lebih tinggi lagi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini