Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Indeks Saham Utama AS Anjlok

Giri Hartomo , Jurnalis-Kamis, 19 Maret 2020 |07:23 WIB
3 Indeks Saham Utama AS Anjlok
Wall Street (Foto: Reuters)
A
A
A

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street memperdalam aksi jual pada perdagangan Rabu waktu setempat, karena dampak pandemi virus corona mengancam akan melumpuhkan aktivitas ekonomi.

Dow Jones Industrial Average turun 1.338,46 poin atau 6,3% menjadi 19.898,92. Capaian ini secara efektif menghapus kenaikan terakhirnya sejak pelantikan Presiden AS Donald Trump pada 2017.

Baca Juga: Stimulus Lanjutan The Fed dan Pemerintah AS Bikin Wall Street Balik Menguat

Indeks S&P 500 kehilangan 131,09 poin atau 5,18% menjadi 2.398,1. Tercatat sejak rekor penutupan tertinggi 19 Februari, indeks S&P 500 sudah turun hingga 29%. Sedangkan Nasdaq Composite turun 344,94 poin atau 4,7% menjadi 6.989,84.

Perusahaan yang ada di dalam indeks Dow Jones kehilangan hampir semua keuntungan yang diperolehnya selama kepemimpinan Trump pada 2017. Dengan bandara dan hotel kosong, perusahaan pun harus meminta staf untuk mengambil cuti yang tidak dibayar untuk membendung kerugian.

Baca Juga: Wall Street Anjlok 12%, Penurunan Terbesar Sejak 1987

Indeks maskapai S&P 1500. SPCOMAIR merosot 20,8%. Saham Hotel Hilton (HLT.N), Marriott (MAR.O) dan Hyatt (H.N) turun sekitar 12% menjadi 19%.

"Pasar benar-benar bereaksi terhadap rasa takut dan ketidakpastian dan kami tidak berpikir itu berakhir sampai dia menemukan dasar pada harga saham. Dasarnya harus ditemukan dalam penahanan penyebaran virus dan membatasi korban ekonomi virus,” kata Ahli Strategi Investasi Edward Jones Nela Richardson, dilansir dari Reuters, Kamis (19/3/2020).

Permintaan Trump agar Kongres menyetujui USD500 miliar pembayaran tunai kepada pembayar pajak bersama dengan USD50 miliar dalam pinjaman untuk maskapai penerbangan tidak banyak membendung pelemahan saham tersebut.

Bahkan dalam salah satu ramalan paling mengerikan yang dikeluarkan untuk potensi serangan dari epidemi coronavirus, seorang ekonom JP Morgan mengatakan ekonomi AS dapat menyusut 4% dalam kuartal ini dan 14% pada kuartal berikutnya. Untuk tahun ini kemungkinan pertumbuhan ekonomi AS menurun hingga 1,5%.

Minyak mentah berjangka AS juga jatuh hampir 17% pada hari Rabu setelah menyentuh level terendah dalam 18 tahun, sementara sektor energi S&P 500. SPNY ditutup pada level terendah sejak awal 2003.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement