Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stimulus Lanjutan The Fed dan Pemerintah AS Bikin Wall Street Balik Menguat

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 18 Maret 2020 |07:50 WIB
Stimulus Lanjutan The Fed dan Pemerintah AS Bikin Wall Street Balik Menguat
Wall Street (Foto: Reuters)
A
A
A

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat, setelah The Fed dan Pemerintah AS membuat kebijakan lanjutan untuk meningkatkan likuiditas dalam rangka mengurangi dampak virus corona yang sangat menekan ekonomi nasional dan global.

S&P 500 naik 6%, mengembalikan setengah dari penjualan bersejarah sesi sebelumnya. S&P 500 naik 143,06 poin atau 6,00% menjadi 2.529,19. Sementara Dow Jones Industrial Average naik 1.048,86 poin atau 5,2% menjadi 21.237,38, dan Nasdaq Composite menambahkan 430,19 poin atau 6,23% menjadi 7.334,78.

Baca Juga: Wall Street Anjlok 12%, Penurunan Terbesar Sejak 1987

Bank Sentral AS atau The Fed kembali meluncurkan kebijakan moneternya dengan pembelian utang jangka pendek era krisis keuangan untuk membantu perusahaan dapat terus membayar pekerja dan membeli pasokan melalui pandemi.

Langkah untuk membeli kembali surat berharga komersial ini pun mengikuti beberapa langkah darurat yang diambil oleh The Fed, termasuk memangkas suku bunga mendekati nol.

Baca Juga: Trump Umumkan Darurat Nasional Virus Korona, Wall Street Menguat

Kemudian, Presiden AS Donald Trump menyiapkan paket stimulus sebesar USD850 miliar untuk menopang perekonomian dan mempertimbangkan mengirim cek USD1.000 kepada Amerika dalam waktu dua minggu.

"Likuiditas menjadi masalah, dan itulah yang mereka (Pemerintah dan Bank Sentral AS) coba untuk atasi. Faktor sebesar apa, karena perlambatan ini harus didorong oleh konsumen, Anda harus memiliki stimulus fiskal dan kami melihat di seluruh dunia stimulus fiskal yang sangat besar, sehingga banyak mempengaruhi pasar sekarang," Kata Kepala Ekuitas Franklin Templeton Stephen Dover, dikutip dari Reuters, Rabu (18/3/2020).

Pandemi ini menyebabkan gangguan bisnis dan perjalanan yang parah di seluruh dunia karena orang-orang tinggal di rumah dan menghindari kegiatan yang biasa dilakukan. Banyak perusahaan telah memperingatkan pendapatan yang lebih rendah, dan sebagian besar bersiap untuk resesi AS.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement