JAKARTA - Australia disebut memiliki kemampuan untuk memproduksi bahan makanan cukup untuk 76 juta orang.
Dengan penduduk Australia sekarang ini hanya 26 juta, produksi yang ada lebih dari cukup. Namun dalam 10 hari terakhir, di tengah merebaknya wabah virus corona, warga Australia melakukan pembelian besar-besaran akibat rasa kekhawatiran jika bahan makanan akan hilang dari toko-toko.
Baca juga: Restoran-Restoran di Australia Bangkrut Terpapar Virus Korona
Tindakan panik para warga tersebut dianggap sebagai "hal yang tidak pernah sebelumnya".
Mengutip ABCnet, Jakarta, Sabtu (21/3/2020), Perdana Menteri Australia, Scott Morrison dengan tegas menyebutnya sebagai tindakan konyol dan meminta warga menghentikannya. Di Australia Barat, termasuk di ibukotanya Perth, polisi telah dikerahkan untuk berjaga-jaga di seputar lokasi supermarket.
Baca juga: Cara Pemerintah Australia Tekan Kemiskinan
Di Australia Selatan, polisi juga sudah mulai mencurahkan perhatian ke pusat perbelanjaan. "Kami dengan seksama memonitor perilaku dan aktivitas di sekitar pusat perbelanjaan. Kami sudah memasukkan ini sebagai bagian dari tugas polisi sehari-hari," kata kepala polisi Australia Selatan, Commissioner Grant Stevens.
Berita mengenai perkelahian memperebutkan tisu toilet di supermarket di Australia menjadi viral ke seluruh dunia. Asosiasi Pedagang Ritel Australia mengatakan sedikitnya ada dua insiden dimana pisau digunakan untuk mengancam yang lain.
Baca juga: Menkeu Australia Ngadu ke Sri Mulyani soal Dampak Virus Korona
Pihak berwenang di bidang pertanian dan juga industri ritel sudah berulang kali meyakinkan bahwa Australia tidak sedang kekurangan bahan makanan.
Namun masih banyak yang tetap bertanya mengapa di supermarket beberapa rak kosong.
Jawabannya adalah pada rasa takut berlebihan warga, masalah logistik, dan masalah pengiriman barang di Australia.
"Hentikan sekarang," kata PM Morrison.
"Orang-orang bertindak seperti orang bodoh," kata kepala negara bagian Australia Barat, Premier Mark McGowan.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.