Metode pelaksanaan P3TGAI dengan Swakelola - Pola Pemberdayaan – Partisipatif – Padat Karya dengan anggaran Rp 200 juta. Anggaran untuk pembangunan fisik sebesar 87% atau Rp 195 juta dan pendampingan oleh P3A sebesar 13% atau Rp 30 juta sehingga menciptakan penyerapan tenaga kerja.
Saat ini sebanyak 1.075 desa sudah mempersiapkan/memulai kegiatan sosialisasi, dan akan dilanjutkan dengan kegiatan fisiknya mulai awal April 2020.
Selanjutnya Kotaku yang bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. Pada 2016-2019 Kotaku telah mencakup 5.086 kelurahan.
Lima komponen kegiatan Kotaku adalah perbaikan saluran, pembangunan tempat penampungan sampah (TPS), pembangunan jalan lingkungan, penanggulangan kebakaran (jalur evakuasi) dan ruang terbuka hijau (RTH).
Kemudian Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dibawah tanggungjawab Ditjen Perumahan, baik berupa peningkatan kualitas ataupun pembangunan rumah baru. Untuk peningkatan kualitas rumah, masyarakat mendapat bantuan Rp17,5 juta sementara untuk pembangunan rumah baru sebesar Rp35 juta. Dengan stimulus ini diharapkan timbulnya prakarsa dan upaya masyarakat dengan menumbuhkembangkan keswadayaan penerima bantuan, karena salah satu prinsip BSPS adalah masyarakat sebagai pelaku utama.
(Feby Novalius)