Virus Corona Meningkat, Kesiapan Bahan Pokok dan Distribusi Jadi Perhatian

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 22 Maret 2020 21:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 22 320 2187344 virus-corona-meningkat-kesiapan-bahan-pokok-dan-distribusi-jadi-perhatian-Op9HmOONmx.jpg Stok Beras di Tengah Wabah Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Melihat perkembangan wabah Covid-19 yang makin masif, termasuk dampak ekonomi yang ditimbulkan, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor meminta pemerintah untuk mempertimbangkan betul kesiapan bahan pokok, termasuk distribusi logistiknya.

Ketersedian bahan pokok, termasuk distribusi logistiknya menjadi perhatian masyarkat di tengah meluasnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Hal ini harus segera dipastikan pemerintah.

“Mencermati situasi yang mengkhawatirkan ini, saya hanya terpikir yang terpenting adalah pemerintah perlu memperhatikan daya dukung dan kesiapan sektor pangan. Ketersediaan bahan pokok. Nah, apakah benar stok pangan kita cukup mengatasi kemungkinan yang terburuk. Tentu bicara ketersediaan, harus semua daerah. Distribusi logistiknya bagaimana. Tidak cukup hanya bilang aman. Ada garansi benar-benar aman?” ucap Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, dalam keterangannya, Minggu (22/3/2020).

Baca Juga: Pembelian Dibatasi Bikin Panik? Tenang Ini Daftar Stok Pangan

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini mengatakan, jika sektor pangan lumpuh di saat masyarakat menghadapi krisis kesehatan, maka situasi bisa memburuk dengan cepat. Pemerintah, lanjut dia, harus benar-benar menyiapkan antisipasi kesiapan stok bahan pangan, termasuk mitigasinya jika produksi pangan ambruk.

“Saat ini saja masyarakat sudah merasakan dampaknya. Beberapa komoditas sudah mulai langka di pasaran, harganya juga terus melambung naik. Harga impor sembako terpengaruh besar karena hampir semua kebutuhan bahan pokok kita impor, terutama dari China,” ungkapnya.

Baca Juga: Pembelian Bahan Pokok Dibatasi, Pengusaha Sebut Ada Plus Minusnya

Dalam situasi krisis seperti sekarang, menurut Gus Yaqut, sudah seharusnya negara mengandalkan sumber daya nasional untuk bertahan. Negara harus membeli hasil panen petani terlebih dahulu sebelum memutuskan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Hal ini bukan saja untuk menjamin ketersediaan pangan, tapi juga menguatkan solidaritas dan spirit gotong royong.

“Merebaknya pandemi Covid-19 ini harus dimanfaatkan untuk memaksimalkan produk dalam negeri. Pemerintah harus mendorong penggunaan produk sendiri apa saja. Jangan bergantung dengan impor. Ini sebenarnya tergantung pemerintah. Kita punya produk dalam negeri tidak terbilang banyaknya. Tinggal ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya kalau memang dirasa kurang. Kalau soal harga, jika memang situasi saat ini harga naik, selama hasilnya buat petani kita, kan, oke saja. Nggak masalah. Ini untuk memperkuat pangan nasional, memperkuat petani kita,” ujarnya Gus Yaqut.

Gus Yaqut mengemukakan, wabah virus Covid-19 memberi pelajaran semestinya pemerintah Indonesia tidak lagi mengandalkan barang impor. “Tujuannya, supaya petani kita dapat menikmati hasilnya. Selain itu, meningkatkan daya beli rakyat. Pokoknya, batasi impor. Kita yakin Indonesia bisa swadaya, baik beras maupun komoditas lainnya. Lha itu, garam kita surplus, tapi kok nggak bisa terserap itu gimana, malah garam impor luber,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini