“Merebaknya pandemi Covid-19 ini harus dimanfaatkan untuk memaksimalkan produk dalam negeri. Pemerintah harus mendorong penggunaan produk sendiri apa saja. Jangan bergantung dengan impor. Ini sebenarnya tergantung pemerintah. Kita punya produk dalam negeri tidak terbilang banyaknya. Tinggal ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya kalau memang dirasa kurang. Kalau soal harga, jika memang situasi saat ini harga naik, selama hasilnya buat petani kita, kan, oke saja. Nggak masalah. Ini untuk memperkuat pangan nasional, memperkuat petani kita,” ujarnya Gus Yaqut.
Gus Yaqut mengemukakan, wabah virus Covid-19 memberi pelajaran semestinya pemerintah Indonesia tidak lagi mengandalkan barang impor. “Tujuannya, supaya petani kita dapat menikmati hasilnya. Selain itu, meningkatkan daya beli rakyat. Pokoknya, batasi impor. Kita yakin Indonesia bisa swadaya, baik beras maupun komoditas lainnya. Lha itu, garam kita surplus, tapi kok nggak bisa terserap itu gimana, malah garam impor luber,” tandasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.