Percepat Perizinan, BKPM Bangun Pengawasan Investasi

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 23 Maret 2020 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 23 320 2187613 percepat-perizinan-bkpm-bangun-pengawasan-investasi-rhZ5kHcQPu.jpg Investasi (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Di tengah upaya turut mencegah penyebaran Covid-19, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meluncurkan Command Center atau Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi (Pusat Kopi), di Kantor BKPM Jakarta.

Untuk anggarannya, dibangun di Oktober 2019 selesai Desember. Sistemnya disiapkan sampai dengan bulan Januari. Anggarannya untuk tempat Rp1,5 miliar. Sistem Rp23 miliar. Totalnya Rp24,5 miliar. Paling mahal di sistem.

Baca juga: RI Tawarkan Proyek Transportasi Ibu Kota baru dan Pelabuhan Ambon ke Belanda

"Jadi, dengan adanya Pusat Kopi ini, saya bisa langsung memantau langsung permohonan perizinan melalui OSS secara harian,” ujar Bahlil pada telekonferensi di kantornya Jakarta, Senin (23/3/2020).

Menurut dia Informasi yang dapat ditampilkan dalam Pusat Kopi BKPM, antara lain sentimen media sosial & media digital, statistik harian permohonan perizinan melalui Online Single Submission (OSS), Potensi Investasi Regional (PIR), tracking status perizinan suatu perusahaan (end-to-end), pemantauan perizinan melalui OSS yang sedang diproses K/L lainnya, serta realisasi investasi.

Baca juga: Ke Yogyakarta, Raja Willem Bawa 190 Pengusaha Belanda

Dia menjelaskan jenis perizinan yang dipantau oleh BKPM antara lain registrasi perusahaan, Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Usaha (IU), dan Izin Operasional Komersil (IOK). Sesuai dengan data pada OSS periode 14 Februari - 1 Maret 2020 (sebelum pengumuman Covid-19), jumlah pemohon perizinan yang masuk dalam OSS sebanyak 204.199 perizinan.

Setelah pengumuman resmi pemerintah, periode 2–18 Maret 2020, jumlah pemohon perizinan meningkat hingga 240.178. Kenaikan aktivitas tertinggi terlihat pada jumlah pemohon NIB sebesar 18,99% yang sebelumnya sebanyak 39.618 NIB menjadi 47.144 NIB.

"Sampai dengan saat ini, permohonan perizinan melalui OSS terus berjalan, bahkan cenderung meningkat, khususnya dari sektor perdagangan dan kesehatan. Permohonan online terus berjalan termasuk hari Sabtu-Minggu, walaupun jumlahnya nggak sebanyak hari-hari kerja," ungkap dia.

Fungsi menarik lain dari Pusat Kopi yaitu dapat menampilkan data potensi investasi per wilayah yang ada dalam website BKPM Potensi Investasi Regional (PIR) www.regionalinvestment.bkpm.go.id. Potensi ini dapat kita sandingkan dengan data realisasi investasi di Indonesia secara berkala yang juga ada dalam Pusat Kopi.

Kemudian, lanjut dia data nilai realisasi investasi ini dapat dipantau baik secara nasional maupun provinsi/kabupaten/kota. Kemudian tidak hanya itu, data tersebut juga dapat diolah sampai dengan data investasi per sektor, asal negara, serta lokasi usaha.

"Kami dapat terus memonitor penyebaran investasi di seluruh negeri. Mungkin ada daerah yang potensinya besar tapi secara nilai realisasi investasi belum tinggi. Hal ini dapat menjadi bahan evaluasi sehingga kami dapat menentukan langkah kebijakan yang diperlukan untuk menghasilkan investasi berkualitas," pungkasnya.

Selain menyajikan data monitoring melalui layar besar, Pusat Kopi BKPM memiliki beberapa fasilitas lainnya seperti ruang presentasi, ruang rapat milenial, dan ruang Network Operations Center (NOC). Pusat Kopi juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan video conference dengan perwakilan BKPM di luar negeri serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk melakukan koordinasi tanpa melakukan tatap muka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini