Industri Makanan Jadi Andalan Ekspor Manufaktur

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 23 Maret 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 23 320 2187663 industri-makanan-jadi-andalan-ekspor-manufaktur-yVV822zaiP.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA โ€“ Kementerian Perindustrian mencatat, nilai ekspor industri pengolahan pada Februari 2020 tercatat sebesar USD11,03 miliar atau naik 2,73% dibanding Januari 2020 (m-to-m) yang mencapai USD10,73 miliar. Jika dibandingkan dengan Februari 2019 (year-on-year), kinerja ekspor industri pengolahan pada Februari 2020 naik 17,11%.

Adapun sektor industri makanan menjadi penyumbang devisa terbesar dari total nilai ekspor industri pengolahan pada Januari-Februari 2020 yang mencapai USD4,7 miliar. Angka tersebut naik dibanding perolehan di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD4,3 miliar.

Baca Juga: 2 WNI Kena Korona, Masyarakat Diimbau Tak Belanja Berlebihan

Sektor lainnya, diikuti oleh industri logam dasar yang nilai ekspornya menembus USD3,5 miliar, kemudian industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (USD1,9 miliar), industri pakaian jadi (USD1,4 miliar), serta industri karet, barang dari karet dan plastik (USD1,2 miliar) sepanjang dua bulan awal tahun ini.

โ€œIndustri makanan juga menjadi penyumbang paling besar pada capaian nilai ekspor industri pengolahan pada Februari 2020, yang tercatat mencapai USD2,45 miliar atau berkontribusi 22,26%,โ€ kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian, Janu Suryanto dilansir dari laman Kemenperin, Senin (23/3/2020).

Baca Juga: Cegah Korona Masuk, 3 Pintu Jateng Ini Diawasi Ketat

Pada Februari 2020, ekspor industri makanan naik 8,94% dibanding Januari 2020. Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri makanan pada Februari 2020 didominasi oleh komoditas minyak kelapa sawit sebesar USD1,51 miliar atau memberikan kontribusi 61,41%, naik dibandingkan bulan Januari 2020 yang mencapai 60,62%.

Sektor lainnya, disusul industri logam dasar yang nilai ekspornya menembus USD1,77 miliar, kemudian industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (USD999 juta), industri pakaian jadi (USD673 juta), serta industri karet, barang dari karet dan plastik (USD600 juta) pada bulan kedua tahun ini.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini