nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Beberkan hasil Rapat Para Menkeu dan Gubernur Bank Sentral di G20

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 24 Maret 2020 17:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 24 20 2188409 bi-beberkan-hasil-rapat-para-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-di-g20-C9HopxuwdZ.jpg Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan telekonferensi bersama anggota G20 serta lembaga internasional lainnya. Hal ini ada beberapa aspek yang dibahas terutama mengenai virus Corona atau Covid-19.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dalam pertemuan tersebut Virus Corona atau Covid-19 menjadi ancaman bagi negara-negara maju maupun negara berkembang."Aspek pertama, bagaiamana seluruh dunia meningkatkan langkah-langkah untuk pencegahan maupun penekanan covid dari aspek kemanusiaan, bagaimana pandemi ini diatasi dengan join action agar memang aspek- kemanusiaan diatasi secara baik," ujar Perry dalam telekonferensi, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

 Baca juga: Negara G20 Kompak Waspadai Virus Korona

Aspek kedua, lanjutnya, telekonferensi G20 tersebut membahas mengenai kebijakan-kebijakan fiskal moneter dan sektor keuangan. Di mana, perlu dilakukan secara bersama-sama dan global dengan tetap menjaga kewenangan masing-masing.

"Di mana setiap negara diminta memberikan stimulus yang sangat besar, untuk mengatasi aspek dampak ekonoim khususnya masyarakat bagaiamana beban masyarakat bisa diatas, demikian UMKM, demikian perusahaan dengan ketentuan masing-masing negara," ujarnya.

 Baca juga: Fakta Sri Mulyani Hadir di Acara G20, Gelar Pertemuan Bilateral hingga Berswafoto

Dirinya menambahkan, Bank Sentral anggota G20 akan melakukan langkah-langkah bersama dalam mengatasi aspek-aspek Covid-19 termasuk juga mengatasi kepanikan pasar keuangan global.Serta Bagaimana Bank Sentral di G20 tidak hanya penurunan suku bunga tapi juga menambah suntikan likuiditas di pasar keuangan di perbankan.

"Bagaiamana juga Bank Sentral juga mengurangi beban perbankan maupun sektor keuangan dalam pembiayaan ekonomi khususnys koorporasi masyarakat termasuk dengan otoritas jasa keuangan negara," ujarnya.

Sedangkan aspek ketiga, lanjutnya, hal ini terkait mengenai lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF, World Bank, OECD, dan lainnya. Di mana mereka meningkatkan pendanaannya maupun juga mengatasi keketatan likuiditas dolar secara global.

Terakhir, Perry mengatakan, akan terus dijadwalkan minggu depan pertemuan-pertemuan dengan negara G20. Di mana untuk melihat langkah-langkah secara global.

"Agar langkah-langkah secara global aspek kesehatan fiskal moneter sektor keuangan dan langkah2 lembaga internasional adalah joint collectif action from global untuk mengatasi ini," ujarnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini