nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dibagi 3 Zonasi, Begini Spesifikasi Bangunan Karantina Covid-19 di Batam

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 21:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 25 470 2188926 dibagi-3-zonasi-begini-spesifikasi-bangunan-karantina-covid-19-di-batam-3gf512Q7ig.jpg Fasilitas Karantina Pasien Virus Corona di Batam. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA - Progres pembangunan fasilitas observasi/ penampungan/isolasi untuk pengendalian infeksi penyakit menular seperti virus corona, di Pulau Galang, Batam, sudah mencapai 78%. Nantinya kapasitas tampung tempat isolasi ini sebanyak 1.000 tempat tidur.

Mengutip data Kementerian PUPR, Rabu (25/3/2020), lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut yaitu di eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar

Baca Juga: Cek Langsung, Menteri Basuki Yakin Fasilitas Karantina Covid-19 di Batam Rampung 28 Maret 2020

Tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina. Ada juga fasilitas pendukung seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain. Pada Tahap I dibangun fasilitas dengan daya tampung 360 tempat tidur dan Tahap II sebanyak 640 tempat tidur.

Adapun pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi.

Fasilitas Karantina Corona

Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Untuk progres konstruksi mess perawat saat ini sudah sekitar 80%, mess petugas 80%, dan mess dokter 80%. Selanjutnya untuk gedung sterilisasi saat ini progres konstruksinya sudah 97%, gedung farmasi 97%, gedung gizi 97%, gedung laundry 97%, gudang 97%, dan power house 97%.

Baca Juga: Semprot Disinfektan Efektif Bunuh Virus Corona atau Justru Berbahaya?

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helicopter (helipad).

Zona utilitas. Material modul panel yang telah dikirim dari Jakarta saat ini sudah selesai dipasang sebanyak 4 modul untuk ruang observasi berkapasitas 5 tempat tidur.

Pada tahap awal dibangun 2 gedung bertingkat 2 berada di Zona B yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) terdiri dari ruang observasi dan ruang isolasi untuk Intensive Care Unit (ICU) dan untuk Non ICU.

Saat ini progres pembangunan Gedung Isolasi ICU (20 bed) mencapai 71%, Gedung Observasi 1 (50 bed) sebesar 56%, Gedung Observasi 2 (50 bed) sebesar 59%, Gedung Observasi 3 (240 bed) sebesar 64%, dan penataan kawasan 70% . Sedangkan untuk pembangunan landasan helipad saat ini progres fisiknya sudah rampung 100%.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi. Terakhir Zona C adalah untuk tahap berikutnya (menyesuaikan kebutuhan) dengan memanfaatkan cadangan lahan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini