nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Emas Dunia Tergelincir, Paladium Meroket

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 08:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 26 320 2189085 harga-emas-dunia-tergelincir-paladium-meroket-PfLp5Y2ErT.jpg Harga Emas (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga emas dunia tergelincir pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat, setelah naik tiga hari berturut-turut.

Harga emas turun karena meningkatnya kasus virus corona coronavirus (Covid-19) dan korban ekonomi global dari virus di tengah harapan paket stimulus pemerintah AS sebesar USD2 triliun.

Melansir Reuters, Jakarta, Kamis (26/3/2020), harga emas di pasar spot turun 0,2% pada USD1.607.57 per ounce. Sebelumnya, harga emas melonjak 5% pada hari Selasa.

Sementara, harga emas berjangka AS turun 1,6% menjadi USD1.633.70 per ounce, setelah membukukan kenaikan satu hari terbesar sejak 2009 di akhir perdagangan.

Meski harga emas turun, harga paladium melonjak lebih dari 15% karena coronavirus semakin menekan pasokan logam mulia.

"Ini sangat fluktuatif karena kami memiliki pasar emas yang terkena coronavirus sekarang, kami memiliki persediaan dari tiga penyuling terbesar offline di Swiss dan emas tidak berada di tempat yang tepat di mana ia dibutuhkan. Jadi itu menciptakan banyak kegugupan," kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Patokan harga emas di pasar spot diperdagangkan di bawah emas berjangka AS sebagai tanda bahwa pasar khawatir bahwa pembatasan perjalanan udara dan penutupan kilang akan menghambat pengiriman emas batangan ke Amerika Serikat untuk memenuhi persyaratan kontrak.

CME Group pada hari Selasa mengumumkan kontrak berjangka emas baru untuk memerangi volatilitas harga yang disebabkan oleh penutupan jalur pasokan emas, tetapi para investor dan bankir mengatakan tidak akan segera menenangkan pasar.

Investor saat ini menunggu pemungutan suara Senat AS soal paket USD2 triliun untuk mengurangi dampak ekonomi dari pandemi virus corona.

"Pemerintah menggelontorkan banyak uang ke masyarakat, tetapi satu-satunya hal yang orang khawatirkan adalah membeli makanan, jadi itu tidak akan memiliki dampak langsung," kata Hansen.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini