nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cicilan Motor Ojol Dilonggarkan 1 Tahun, Begini Tanggapan Asosiasi Pembiayaan

Kamis 26 Maret 2020 13:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 26 320 2189248 cicilan-motor-ojol-dilonggarkan-1-tahun-begini-tanggapan-asosiasi-pembiayaan-g3JCFtBTtj.jpg Ojol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) belum mau banyak berkomentar tentang kebijakan pelonggaran cicilan kredit kendaraan di tengah pandemi virus corona.

Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengaku masih menunggu aturan teknis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kebijakan pelonggaran cicilan.

"Itu juklaknya (petunjuk pelaksanaan) secara teknis kita tunggu OJK dulu. Saya kalau belum ada juklaknya mau berkomentar juga tidak elok," kata Suwandi seperti dikutip BBC Indonesia, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Direktur Utama Chandra Sakti Utama Leasing ini menambahkan belum memiliki skema terkait kebijakan pelonggaran cicilan. Saat ini kata Suwandi, pihaknya sedang berusaha mencari jalan agar pandemi Covid-19 tak memberi efek lebih buruk terhadap lembaga pembiayaan, termasuk perbankan.

"Seandainya nasabah tak punya kemampuan membayar, kita kena, bank juga kena, pinjaman saya dari bank. Jadi semuanya kena, suasana kebatinannya ya jangan sampai semuanya kena," lanjut Suwandi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memastikan pengemudi ojek dan taksi online akan diberikan kelonggaran pembayaran cicilan kendaraan bermotor.

"Oleh karena itu, kepada tukang ojek dan sopir taksi yang sedang kredit kendaraan bermotor, serta nelayan yang sedang mengambil kredit perahu agar tidak perlu khawatir. Pembayaran bunga dan angsuran diberikan kelonggaran satu tahun," kata Jokowi.

Kelonggaran pembayaran cicilan ini berdasarkan Peraturan OJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Dampak Covid-19. Di dalam aturan ini OJK memberikan stimulus yang terdiri dari:

1. Penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit pembiayaan/penyediaan dana lain dengan plafon sampai dengan Rp10 miliar.

2. Peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi selama masa berlaku aturan ini. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan Bank tanpa melihat batasan plafon kredit/pembiayaan atau jenis debitur.

Cara restrukturisasi kredit/pembiayaan yang diatur OJK mengenai penilaian kualitas aset antara lain dengan cara penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, dan penambahan fasilitas kredit/pembiayaan.

Selain itu restrukturisasi juga dapat dilakukan dengan cara konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara.

Perlakuan khusus ini bukan hanya untuk sektor informal seperti pengemudi ojek dan taksi online yang punya cicilan, tapi juga secara luas ditujukan kepada debitur UMKM dan non-UMKM yang mengalami kesulitan membayar cicilan ke bank lantaran terdampak pandemi virus corona.

Namun regulasi ini belum rinci menjelaskan kebijakan kelonggaran cicilan dari lembaga pembiayaan yang membidangi cicilan kredit sepeda motor atau mobil pengemudi ojek dan taksi online.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini