nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hotel Grand Cempaka Business Ditunjuk Jadi Tempat Tinggal Sementara Petugas Medis

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 26 470 2189574 hotel-grand-cempaka-business-ditunjuk-jadi-tempat-tinggal-sementara-petugas-medis-drBC6VkQmy.jpg Petugas Medic (Atlantic)

JAKARTA - Sebagian tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 merasa khawatir pulang ke rumahnya masing-masing lantaran terpapar corona. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan fasilitas tempat tinggal untuk para tenaga medis.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, para tenaga medis tersebut merupakan orang yang paling berisiko terinfeksi Covid-19 lantaran setiap harinya bersentuhan langsung dengan pasien.

 Baca juga: Okupansi Hotel dan Restoran di Malang Merosot Imbas Merebaknya Korona

"Sebagian dari mereka (tenaga medis) juga merasa perlu untuk tidak pulang ke rumah karena khawatir nanti kalau pulang punya risiko," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Sehingga, Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakarta Tourisindo (Jaktour), menyiapkan tempat tinggal sementara para tenaga medis yang menangani pasien covid-19. Jaktour saat ini telah menyiapkan 220 kamar dengan kapasitas 414 tempat tidur di Hotel Grand Cempaka Business untuk para dokter dan perawat yang merawat pasien covid-19.

 Baca juga: 10 Hotel Terbaik di Dunia 2019, Tersebar dari Spanyol hingga Kamboja

Jaktour juga sedang menyiapkan tiga hotel lain dengan kapasitas hampir 700 tempat tidur untuk para tenaga medis tersebut. "Semua yang menjadi kebutuhannya dipenuhi dan mereka tidak harus jauh-jauh pulang ke rumah. Keluarga pun merasa tenang karena keluarganya, ayahnya, ibunya, adiknya, kakaknya, yang sedang bekerja keras menghadapi covid ini punya tempat tinggal yang nyaman dan layak," kata Anies.

Ia menilai, tenaga medis merupakan orang-orang yang bekerja paling keras dalam menangani wabah Covid-19. Pemprov DKI mencatat hingga saat ini sebanyak 50 tenaga medis di Jakarta terpapar virus corona dengan dua di antaranya meninggal dunia.

"Jumlah tenaga medis yang terpapar di Jakarta saja itu sampai 50 orang. Jadi angka itu menggambarkan betapa besarnya risiko, dan ada dua (orang) yang meninggal. Ini terjadi di 24 rumah sakit di seluruh Jakarta," ucapnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini