Daerah Siap Lockdown Cegah Corona, Bagaimana Nasib 15 Bandara AP I?

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 28 Maret 2020 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 28 320 2190477 daerah-siap-lockdown-cegah-corona-bagaimana-nasib-15-bandara-ap-i-3Ei7PusWWt.jpg Virus Corona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) belum menutup operasional seluruh bandara yang dikelolanya. Meskipun beberapa daerah sudah menyatakan lockdown akibat pandemi virus corona.

Baca Juga: Gara-Gara Virus Corona, 18.300 Penerbangan di 15 Bandara Dibatalkan

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, 15 bandara yang saat ini dikelola oleh perseroannya belum melakukan lockdown atau penutupan akses penerbangan. Pihaknya hanya melakukan pembatasan jumlah penerbangan dan operasional saja.

"Secara umum kita mengelola 15 bandara, jadi yang kita lakukan ini karena adanya beberapa pengurangan penerbangan dari Airlines, maka kita mengurangi volume penerbangan, tapi sifatnya tidak lockdown," ujarnya dalam acara telekonferensi, Sabtu (28/3/2020).

Baca Juga: Update Corona di Indonesia 28 Maret 2020: 1.155 Positif & 102 Meninggal Dunia

Menurut Faik Fahmi, beberapa bandara juga mengalami penyesuaian jam operasional menyusul menurunnya jumlah frekuensi penerbangan. Penyesuaian jam kerja ini tidak berlaku di level customer service dan security atau pengamanan.

Selain itu, perseroan juga melakukan pengurangan kegiatan ini, perseroan melakukan pengaturan ulang shift. Namun seluruh pelayanan dipastikan akan tetap terjaga.

"Tapi yang penting dari prinsip itu adalah level of servicenya tetap harus kita jaga, level of securitynya tetap dijaga secara maksimal," ucapnya.

Faik Fahmi mengakui ada beberapa permintaan dari pemerintah daerah untuk menutup penerbangan. Misalnya adalah untuk bandara yang ada di Sentani.

Namun pengurangan kegiatan operasional bandara ini khusus dilakukan untuk penerbangan penumpang. Sedangkan dari sisi layanan angkutan barang atau logistik, menjamin aktivitas penerbangan berlangsung secara normal.

"Prosesnya masih dengan Kementerian Perhubungan. Sedangkan khusus logistik dioperasikan normal di sana," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini