Pendiri Virgin Group itu mengatakan bahwa keterampilan yang terkait dengan disleksia akan sangat dibutuhkan di dunia kerja. Laporan dari perusahaan akuntansi EY pada 2018 mengklaim bahwa penderita disleksia memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk tempat kerja di masa depan.
"Kita harus berhenti membuat semua anak berpikir dengan cara yang sama, dan kita harus mendukung serta merayakan semua jenis keterbatasan untuk mendorong imajinasi dan kreativitas anak-anak," Ujar Branson.
Baca Juga: 5 Pesona Kecantikan Sanna Marin, Perdana Menteri Termuda di Dunia
Pada bulan Agustus, John Abel, wakil presiden cloud dan inovasi di Oracle, mengatakan kepada CNBC bahwa karyawan membutuhkan keterampilan kreatif untuk melindungi mereka dari digantikan oleh robot.
Sementara itu, CEO Pearson John Fallon mengatakan kepada CNBC bulan itu bahwa kemampuan yang paling terisolasi dari otomatisasi adalah "keterampilan manusia yang unik" seperti kreativitas, persuasi dan empati.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.