Share

Keringanan Kredit agar Work From Home Bisa Efektif

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 29 Maret 2020 20:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 29 320 2190870 keringanan-kredit-agar-work-from-home-bisa-efektif-lBqFGF5Sp9.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

 JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengarahkan sistem respon Covid 19 salah satunya adalah daya tahan sosial ekonomi. Oleh karena itu keluar kebijakan pemerintah tentang relaksasi dan restrukturisasi pinjaman kredit UMKM terdampak Covid-19.

Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rachman mengatakan, kebijakan relaksasi berbentuk restrukturisasi pinjaman bertujuan agar mekanisme kerja dari rumah (work from home/WFH), social/phisycal distancing, dan pembatasan mobilitas lain bisa berlangsung efektif.

Baca Juga: OJK Minta Penagihan Kredit Macet Satu Tahun ke Depan Tak Pakai Debt Collector

“Pemerintah mengapresiasi beberapa bank yang telah siap melaksanakan kebijakan tersebut,” kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2020).

Menurutnya, beberapa bank siap merelaksasi UMKM tersebut sudah mengadopsi Peraturan OJK (POJK) No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional yang telah rilis akhir bulan ini.

Baca Juga: 6 Cara Bank Beri Kelonggaran Kredit UMKM, dari Turunkan Bunga hingga Perpanjangan Waktu

POJK ini merupakan bagian dari Stimulus Ekonomi II yang digulirkan untuk merelaksasi ketentuan kredit bank di tengah ancaman pandemi Covid-19 terhadap ekonomi nasional.

Berdasar POJK Stimulus Perekonomian Nasional, bank yang diwajibkan merelaksasi pinjaman debitur UMKM yang terkendala cicilan dan pelunasan adalah bank umum konvensional (BUK), bank umum syariah (BUS), unit usaha syariah (UUS) bank, bank perkreditan rakyat (BPR), dan bank perkreditan rakyat syariah (BPRS).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini