Soal Relaksasi Kredit, Ini Surat OJK ke Perusahaan Pembiayaan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 31 Maret 2020 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 31 320 2191593 soal-relaksasi-kredit-ini-surat-ojk-ke-perusahaan-pembiayaan-pDZnKKlYHT.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyurati para perusahaan pembiayaan di Indonesia. Hal ini mengenai kebijakan countercyclical dampak penyebaran Covid-19 bagi lembaga jasa keuangan nonbank (LJKNB).

Mengutip keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (31/3/2020), surat dengan nomor S-9/D.05/2020 mengenai kebijakan countercyclical dampak penyebaran Covid-19 bagi perusahaan pembiayaan. Di mana surat tersebut ditujukan ke pengurus Asosiasi perusahaan Pembiayaan Indonesia, Direksi Perusahaan Pembiayaan, dan Direksi Perusahaan Pembiayaan Syariah.

Adapun isi surat tersebut mengenai:

 Baca juga: Bank BUMN Siap Berikan Keringanan Kredit

Pertama, perpanjangan batas waktu penyampaian laporan berkala perusahaan pembiayaan kepada OJK sebagaimana yang telah diinformasikan melalui surat nomor S7/D.05/2020 pada 23 Maret 2020. Kedua, pelaksanaan penilaiaan kemampuan dan kepatutan pihak utama perusahaan pembiayaan dapat dilaksanakan melalui video conference.

Ketiga, penetapan kualitas pembiayaan bagi debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19 dengan plafon pembiayaan paling banyak Rp10 miliar dapat didasarkan pada ketepatan pembayaran pokok dan atau bunga atau margin/bagi hasil/ujrah.

Keempat, perusahaan pembiayaan dapat melakukan restrukturisasi terhadap debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19 dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:

Baca juga: Relaksasi Kredit UMKM, BNI: Sudah Disiapkan Kebijakannya

1. Adanya proses dan kebijakan restrukturisasi dari pemberi pinjaman bagi sumber pendanaan dalam bentuk executing,

2. Adanya proses dan kebijakan restrukturisasi dari pihak pemilik dana dalam hal penyaluran pembiayaan dilaksanakan melalui joint financing dan channeling,

3. Adanya permohonan restrukturisasi debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19, dan atau

4. Adanya penilaian kebutuhan dan kelayakan restrukturisasi dari perusahaan pembiayaan.

Kelima, kualitas pembiyaan bagi debitur yang terkena dampak penyebaran Covi-19 yang direstrukturisasi ditetapkan lancar sejak dilakukan restrukturisasi. Keenam, Perusahaan pembiayaan dapat memberikan pembiayaan baru kepada debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19, dengan didasarkan pada analisis pembiayaan yang memadai yang dapat memberikan keyakinan atas itikad baik, kemampuan dan kesanggupan debitur untuk melunasi pembiayaan sesuai dengan yang diperjanjikan.

Penerapan kebijakan countercyclical sebagaimana dimaksud dilakukan dengan tetap memperhatikan penerapan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan yang baik. Dalam pelaksanaan pengawasan terhadap individu perusahaan perasuransian, OJK dapat meminta perusahaan perasuransian untuk merepkan kebijakan yang lebih ketat daripada kebijakan countercyclical tersebut.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini