Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gandeng BUMN, Potensi Penghematan Kegiatan Hulu Migas Capai Rp3,5 Triliun

Giri Hartomo , Jurnalis-Selasa, 31 Maret 2020 |12:06 WIB
Gandeng BUMN, Potensi Penghematan Kegiatan Hulu Migas Capai Rp3,5 Triliun
Ilustrasi Kilang Minyak. (Foto: Okezone.com/Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - SKK Migas menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Pertamina (Persero), Citilink Indonesia, Surveyor Indonesia dan Sucofindo untuk meningkatkan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kegiatan usaha hulu migas. Nilai potensi penghematan yang akan dihasilkan selama masa kontrak kerja sama lima tahun diperkirakan sebesar Rp3,5 triliun.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah agar industri hulu migas nasional semakin efisien dan bergairah untuk melakukan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan produksinya.

“Tujuan kami adalah agar target produksi 1 juta barel pada tahun 2030 dapat tercapai. Kerjasama ini adalah salah satu alat untuk mengusahakannya,” kata Dwi Soetjipto, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2020).

Kilang Minyak

Penandatanganan kerja sama antara SKK Migas dengan BUMN-BUMN dilakukan secara terpisah dari kantor masing-masing. Semua pihak bersepakat tidak mengadakan seremoni dan pertemuan, demi mendukung penanggulangan sebaran Virus Corona-19.

Misalnya kerjasama dengan PT Pertamina (Persero) akan dilakukan hingga Agustus 2024, untuk membantu penyediaan kebutuhan barang operasi berupa bahan bakar, pelumas dan petrochemical yang akan digunakan oleh industri hulu migas.

Dengan adanya kerjasama tersebut, Pertamina akan memberikan potongan harga kepada sektor hulu migas, yang besaran diskonnya tergantung pada volume pembelian.

“Kerjasama ini bertujuan untuk mengoptimalisasi dan memaksimalkan penggunaan produk BBM, Pelumas dan Oil Base yang dihasilkan Pertamina yang merupakan produksi dalam negeri untuk mendukung kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi,” tegas Dirut Pertamina Nicke Widyawati.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement