nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Erick Beberkan BUMN yang 'Terjangkit' Virus Corona

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 03 April 2020 19:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 03 320 2193815 menteri-erick-beberkan-bumn-yang-terjangkit-virus-corona-G8VXKAqzi6.jpg Erick Thohir (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang memetakan BUMN mana saja yang akan terkena dampak virus Corona. Pasalnya ada beberapa yang akan terdampak sangat signifikan karena wabah tersebut.

Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan di saat rapat virtual dengan Komisi VI DPR RI. Pertama, akan ada peningkatan NPL pada Himbara. Terutama pada UMKM.

 Baca juga: Rupiah Melemah, Menteri BUMN: Cashflow Pertamina dan PLN Terganggu

"Karena kita tahu dengan policy pada pemerintah bunga UMKM ditunda dan semua industri terdampak pasti akan ada peningkatan NPL dan Himbara," ujarnya dalam rapat tersebut, Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Kemudian, lanjutnya, cashflow PT PLN dan PT Pertamina akan terganggu dengan menurunnya kurs Rupiah. Di mana, PLN punya Bond senilai Rp350 triliun yang sebagian besar adalah dolar.

 Baca juga: Menteri BUMN dan Komisi VI DPR RI Lakukan Rapat Virtual Bahas Penanganan Covid-19

"Pertamina sendiri dalam mengimpor minyak itu dolar tapi menjual dalam Rupiah. karena itu kemarin kita sudah rapat dengan direksi pertamina untuk benar-benar memastikan bagaimana cashflow mereka. jangan sampai ini juga dalam kondisi merah sepertinya," ujarnya.

Selanjutnya dari sektor pariwisata, dirinya mengatakan perusahaan BUMN yang terdampak adalah PT Angkasa Pura, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Pelni, ASDP, dan lain-lain. Hal ini sudah terlihat bahwa tahun ini kemungkinan bisa pendapatan minus. ini yang memberatnya.

 Baca juga: 3 BUMN Rampingkan Anak Usahanya, Ini Langkah Lanjutan Erick Thohir

Selain itu dari utang-utang BUMN yang akan jatuh tempo. Di mana yang terberat adalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

"Garuda yang terberat, ada Garuda ada USD500 juta yang jatuh tempo pada Juni 2020. kita ketahui industri penerbangan di dunia sedang rubuh colapse," ujarnya.

Selanjutnya bulog, menghadapi tekanan utang jangka pendek dikarenakan keterbatasan kas dan penumpukan inventory. Cash jangka pendek ini dari Himbara.

"Alhamdulillah kita bicara dengan bulog dan mensos dan beberapa menteri dan sesuai policy Perppu jadi inventory akan digelontorkan sebagai bansos ke masyarkat," ujarnya.

Ada juga dari BUMN Karya, dirinya mengatakan proyek mereka jangka panjang tapi dibiayai oleh Himbara dengan pinjaman jangka pendek. "Alhamdulillah kemarin sudah ada solusi dengan kemenkeu, kita akan coba utang-utang jangka pendek ini jadi utang jangka panjang. jadi program pemerintah dalam pembangunan infra tetap berjalan," ujarnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini