Jawa Barat Anggarkan Rp16 Triliun Atasi Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 04 April 2020 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 04 20 2194111 jawa-barat-anggarkan-rp16-triliun-atasi-covid-19-nysYSmAjvH.jpg Jawa Barat Anggarkan Rp16 Triliun untuk Tangani Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menganggarkan Rp16 triliun untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 di Jawa Barat. Hal ini pun disampaikan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Dengan anggaran tersebut, Ridwan Kami akan menggunakannya untuk bantuan sosial dan realisasi proyek padat karya usai pandemi Covid-19 berakhir.

Baca Juga: Strategi untuk Perusahaan di Indonesia Memanfaatkan Peluang Bisnis

“Saya sampaikan lagi anggaran dari Jawa Barat untuk mengatasi dampak Covid-19 ini adalah Rp16 triliun sekian, terdiri dari Rp3,2 triliun (untuk bantuan sosial) dibagikan secepatnya minggu depan jika lancar, dan tiga belas triliun untuk proyek-proyek padat karya,” ungkapnya, dalam keterangan Biro Setpres, Sabtu (4/4/2020).

Ridwan Kamil memastikan bahwa total anggaran Rp16 triliun tersebut telah disepakati dengan DPRD Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Target Pasar Acara Hiburan Terimbas karena Covid-19

“Jadi total dari Jawa Barat, saya melaporkan Rp16 triliun sudah disepakati dengan DPRD. Saya berhentikan proyek-proyek, perjalanan dinas, gaji gubernur juga dipotong, kemudian tunjangan ASN, kita juga akan minta sumbangan dan ada pemotongan,” paparnya.

Terkait anggaran untuk bantuan sosial langsung kepada masyarakat miskin yang terdampak pandemi Covid-19, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa 25% masyarakat terbawah akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat melalui program Kartu Sembako dan Kartu PKH, sedangkan Pemprov Jawa Barat akan menanggung sisanya hingga maksimal 40 persen.

“Di Jawa Barat dan se-Indonesia, dari 25% ke bawah itu sudah di-cover oleh Kartu Sembako dan Kartu PKH. Jadi tugasnya kami, Pemerintah Daerah, mengisi orang-orang menengah bawah di zona 25% sampai 40%, kira-kira begitu. Jadi kita bagi-bagi tugas, 25% terbawah oleh Pemerintah Pusat, 25 sampai maksimal 40% terbawah oleh Pemerintah Daerah,” jelasnya.

Khusus untuk bantuan dari Pemerintah Daerah, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa besarannya Rp500 ribu, dengan rincian Rp150 ribu dalam bentuk uang tunai dan Rp350 ribu dalam bentuk Sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat melalui PT POS dan Ojek Online (Ojol).

“Nah, kami sudah menyiapkan lima ratus ribu rupiah. Lima ratus ribu rupiah ini kalau lancar, minggu depan sudah kami bagikan. Sepertiganya cash, dua pertiganya adalah Sembako. Sembakonya kami beli dari pasar-pasar supaya pedagang tetap hidup, baru jika tidak tercukupi kami beli dari Bulog. Jadi, bukan Bulog maksimal, baru pedagang pasar. Kami ubah pedagang pasar dulu kita beli, baru Bulog. Kemudian dikirimnya oleh PT POS, dia punya aplikasi logistik, tapi pasukannya, pasukan Ojol,” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini