Target Pasar Acara Hiburan Terimbas karena Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 04 April 2020 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 04 320 2194023 target-pasar-acara-hiburan-terimbas-karena-covid-19-jADnwpD1dF.jpg Pusat Perbelanjaan Ditutup Sementara karena Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Virus corona masih akan menjadi momok selagi belum ada obat penawarnya. Virus ini bahkan disebut-sebut ancaman baru yang akan memukul perekonomian global, termasuk Indonesia.

Direktur Program Magister Manajemen Kalbis Institute Jakarta Dr. Joseph M J Renwarin mengatakan, virus corona membuat industri kreatif hingga perhotelan merugi. Kondisi ini jelas berbahaya pada ekonomi.

Baca Juga: Sederet Peluang Indonesia di Tengah Pandemi Virus Corona

Dia mengatakan, banyak konser konser yang dibatalkan. Salah satu konser yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh penikmat musik adalah konser musik khalid dan head in the clouds yang dibintangi oleh beberapa artis mulai dari 88rising hingga chungha.

Kedua konser tersebut dibatalkan setelah kabar virus corona tersebar di Asia lebih tepatnya saat 2 orang warga negara Indonesia dinyatakan positif terkena corona. Beberapa fans cukup menyayangkan hal ini karena keinginan mereka untuk bertemu idolanya sejak lama harus dibatalkan.

Baca Juga: Negara-Negara Ini Belum Melaporkan Satu pun Kasus COVID-19

“Namun, beberapa dari mereka bersyukur karena pembatalan konser ini akan berdampak baik untuk kesehatan para artis serta penonton yang akan hadir,” tulisnya, dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2020).

Salah satu pameran kelas dunia yang berada di Swiss juga harus di tunda, karena virus tersebut. Hal itu dilakukan agar para tamu dan pengunjung dari luar Swiss tidak perlu datang untuk pameran tersebut. Kemarin juga diberitakan bahwa Liga Italia akan tetap dilaksanakan pada musim kompetisi ini dengan tanpa penonton

“Target pasar acara hiburan mengalami penurunan. Seperti acara-acara yang sudah berlangsung contohnya Java Jazz 2020 yang mengalami penurunan secara signifikan yaitu jumlah penonton yang tahun tahun sebelumnya memiliki jumlah penonton yang banyak, tetapi tahun ini mengalami penurunan,” tuturnya.

Kemudian, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengatakan, dampak penyebaran virus corona dirasakan oleh pengusaha hotel, restoran, dan maskapai penerbangan yang memiliki kerugian yang cukup besar dan pengunjung yang sangat menurun. Beberapa hotel di Batam dan Bali meminta karyawannya untuk cuti di saat permintaan sepi. Jika hal ini masih terjadi sampai bulan April 2020.

“Kondisi ini akan berbahaya pada keadaan ekonomi. Belum lagi jika ini masih terjadi dampak negatif tersebut akan semakin menjalar pada usaha usaha kecil,” ujarnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini