MALANG - Setelah mengalami sejumlah kendala termasuk adanya lahan Cagar Budaya Situs Sekaran, akhirnya Jalan Tol Pakis-Malang bisa terhubung sepenuhnya dan bisa dioperasikan. Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Pandaan Malang Agus Purnomo mengakui bila pengoperasian ruas tol Pakis-Malang sempat molor dua bulan dari rencana yang dijadwalkan.
"Pengoperasian ini lebih lambat 2 bulan dari rencana semula yang seharusnya di akhir Januari 2020. Mundurnya pengoperasian karena ditemukannya Situs Sekaran. Guna mengamankan temuan tersebut maka PT JPM meminta Badan Pelestari Cagar Budaya (BPCB) untuk meneliti lebih lanjut situs yang diduga peninggalan Kerajaan Singasari tersebut," jelas Agus melalui siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (7/4/2020).
Baca Juga: Simpang Siur Pembatasan Akses Jabodetabek, Begini Penjelasan Kemenko Maritim
Alhasil adanya situs budaya tersebut lanjut Agus, membuat konstruksi tol Pakis-Malang mengalami perubahan pergeseran 17 meter dari rencana awal.
"Kami lakukan perubahan trase jalan tol sejauh 17 meter dari situs. Dengan pergeseran trase yang mendekati kali Amprong diperlukan konstruksi dinding penahan tanah berupa secant pile (barisan bore pile sepanjang 200 m.) Perubahan desain ini memakan waktu sekitar 1,5 bulan," terangnya.
Kini dengan beroperasi tol Pakis-Malang yang menjadi bagian dari ruas tol Pandaan-Malang, mampu memangkas waktu tempuh dari ruas tol Pakis menuju jalan protokol Kota Malang tepatnya di Jalan Ki Ageng Gribig menjadi sepuluh menit, dari sebelumnya memerlukan waktu tempuh 30 menit.