JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut ada penurunan lalu lintas harian pada jalan tol. Hal ini imbas adanya kebijakan phsical distancing karena virus corona
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, ada penurunan lalu lintas harian rata-rata (LHR) sekira 40% hingga 60% di jalan tol. Hal ini membuat pendapatan dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pun anjlok.
Baca juga: Sulit Musyawarah, Pembebasan Lahan Tol Tersendat Imbas Corona
"LHR turun sekitar 40% hingga 60% dari hari-harii normlanya. Dengan demikian dapat mempengaruhi penghasilan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)," ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (7/3/2020).
Menurut Basuki, turunnya pendapatan ini berpengaruh pada kas perusahaan. Apalagi, untuk membangun jalan tol tersebut, perusahaan biasanya mengandalkan pinjaman dari bank.
"Karena dengan revenue yang berkurang sekitar 40% menyebabkan kemampuan untuk membayar kepada bank juga berkurang," ucapnya.
Baca juga: Perangi Virus Corona, Menteri Basuki Siapkan Rp1,66 Triliun
Meskipun begitu lanjut Basuki, dampak dari turunnya LHR ini tidak membuat pemerintah melarang pengoperasian jalan tol meskipun sedang dibangun. Sebab, basuki menyebut jika jalan tol yang pembangunannya masih berjalan juga masih diperbolehkan untuk beroperasi, asalkan mengikuti protokol kesehatan.
"Yang mau melakukan (proyek) tetap diperbolehkan dengan mengacu protokol kesehatan, misalnya di jalan Tol Cisumdawu yang belum dioperasikan dan jauh dari pemukiman, kontraktor pengen tidak dihentikan. Harus diatur sesuai protokol kesehatan, kami memperbolehkan itu," kata Basuki.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.