nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Wabah Corona, Nasib Pemindahan Ibu Kota Baru di Tangan Presiden Jokowi

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 07 April 2020 18:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 07 470 2195663 ada-wabah-corona-nasib-pemindahan-ibu-kota-baru-di-tangan-presiden-jokowi-oMDZsuVZO0.jpg Presiden Jokowi (Setpres)

JAKARTA - Proses pemindahan ibu kota baru dari Jakarta menuju Kalimantan Timur terancam ditunda. Mengingat saat ini pemerintah tengah fokus pada penanganan virus corona (covid-19).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, keputusan penundaan dan dilanjutkannya pemindahan ibu kota baru menyusul corona ada di tangan Presiden Joko Widodo. Mengingat, Presiden Jokowi lah yang meminta izin langsung kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk memindahkan ibu kota baru.

 Baca juga: Ada Wabah Virus Corona, Bagaimana Nasib Pemindahan Ibu Kota?

"Karena yang bisa menunda itu hanya Presiden (Jokowi). Karena hanya beliau yang menyampaikan sendiri di depan DPR. Kita menunggu keputusan Presiden," ujarnya dalam teleconfrence, Senin (7/4/2020).

Basuki juga menyebut jika hingga saat ini belum ada kelanjutan rapat tentang ibu kota baru. Bahkan, Presiden Jokowi pun belum memberikan arahan apapun tentang pemindahan ibu kota baru.

 Baca juga: Ada Virus Corona, Proses pemindahan Ibu Kota Baru Dipastikan Tetap Jalan

"Yang jelas bahwa belum ada rapat tentang iu kota baruu karaena yang bisa memutuskan hanya bapak Presiden Jokowi sendiri," ucapnya.

Mengenai realokasi anggaran yang berasal dari ibu kota baru, Basuki menyebut belum bisa melakukannya. Sebab hingga saat ini belum ada dana untuk ibu kota baru yang masuk ke dalam pagu anggaran 2020.

Lagi pula, aturan untuk pemindahan ibu kota baru saat ini masih dirancang oleh pemerintah bersama DPR dalam bentuk Undang-Undang. Jika nantinya sudah memiliki aturan jelas, maka proses pemindahan ibu kota baru bisa dimasukan ke dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Kita belum bisa melakukan realokasi anggaran dari ibu kota baru. Karena ini belum masuk ke dalam pagu anggaran PUPR," ucapnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini